Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com – Dunia kembali menoleh ke Jember. Jutaan pasang mata terkejut pada kemegahan Grand Carnival Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang digelar Minggu (26/7/2026).
Tak hanya dipadati penonton secara langsung, kemegahan Grand Carnival juga menyedot perhatian jutaan pasang mata melalui siaran televisi, media digital, dan berbagai platform media sosial. Deretan kostum spektakuler, koreografi teatrikal, kreativitas serta tanpa batas para peserta kembali menegaskan posisi Jember sebagai salah satu pusat karnaval dunia.
Mengusung tema besar "HEAL: Humanity, Earth, and Life", Grand Carnival JFC 2026 diikuti lebih dari 2.500 peserta yang menampilkan karya-karya kreatif penuh makna. Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC), Budi Setiawan atau yang akrab disapa Iwan, menjelaskan bahwa tema tersebut diwujudkan melalui delapan defile utama, yakni Gaia, Roots, Noise, Conscience, Rebirth, Pandemic, White Guardian, dan Sanctuary.
Setiap defile menghadirkan cerita yang kuat. Gaia mengajak manusia menjaga bumi sebagai rumah bersama, Roots mengangkat akar budaya dan jati diri bangsa, Noise yang menggambarkan hiruk-pikuk dunia modern, Nurani mengajak kembali mendengarkan suara hati, Rebirth melambangkan semangat kebangkitan, Pandemi menjadi refleksi perjalanan dunia menghadapi krisis kesehatan, White Guardian menghadirkan simbol harapan dan perlindungan, sementara Sanctuary penutup yang menggambarkan kedamaian serta masa depan yang lebih harmonis.
Melalui perpaduan seni pertunjukan, budaya, dan fesyen berkelas dunia, seluruh defile menyampaikan pesan tentang pelestarian lingkungan, kemanusiaan, harapan, hingga kebangkitan pascapandemi.
Kemegahan JFC 2026 mendapat apresiasi dari Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta, yang hadir mewakili pemerintah pusat. Menurutnya, JFC merupakan contoh bagaimana kebudayaan yang dikelola dengan kreativitas mampu mengangkat suatu daerah menjadi pusat perhatian dunia.
“JFC bukan sekadar pertunjukan busana. Ini adalah panggung peradaban, tempat bertemunya tradisi dan inovasi menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan manusia tanpa mengenal batas negara maupun budaya,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menegaskan bahwa JFC tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Jember, tetapi juga telah berkembang menjadi penggerak perekonomian daerah.
Tingginya kunjungan wisatawan berdampak langsung pada peningkatan okupansi hotel, omzet UMKM, pedagang kaki lima, transportasi, hingga sektor ekonomi kreatif lainnya.
Perhelatan akbar ini turut dihadiri Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardana, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta Bupati Jember Muhammad Fawait.
Hadir pula Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Media dan Komunikasi Publik M. Asrian Mirza, Kepala Balai Media Kebudayaan Abu Chanifah, dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur Endah Budi Haryani.
Kemegahan Grand Carnival semakin semarak dengan kehadiran para finalis Putri Indonesia, yakni Putri Indonesia Lingkungan 2026 Victoria Veronica Titisari Kosasih, Putri Indonesia Pariwisata 2026 Karina Moudy, Putri Indonesia Pendidikan 2026 Gisella Belicia Alma Thesalonica Silalahi, serta Putri Indonesia Jawa Timur 2026 Rayya Haq, yang turut menyapa masyarakat dan menambah pesona panggung JFC 2026.
Sementara deretan artis dan figur publik juga hadir yaitu Kris Dayanti dan Andien sebagai bintang penampil utama, Novia Bachmid, Sisca Saras, dan Ayaka Yasumoto, Bella Bonita, Christine Hakim, dan Bule Barbie (Dasha Gartman)
Antusiasme pengunjung datang dari berbagai daerah. Salah satunya Iqbal, wisatawan asal Palembang, yang mengaku sengaja datang ke Jember untuk pertama kalinya demi menyaksikan JFC secara langsung.
"Saya benar-benar takjub. Kostumnya luar biasa, pertunjukannya sangat megah, dan suasananya benar-benar kelas dunia. JFC layak menjadi kebanggaan Indonesia," ungkapnya.
Di tengah kemegahan Grand Carnival, cuaca sempat berubah ketika hujan mengguyur lintasan parade. Namun, hujan tak sedikit pun mengurangi kemeriahan acara. Ribuan penonton tetap bertahan sepanjang catwalk, memberikan tepuk tangan dan sorakan kepada para peserta yang terus menampilkan performa terbaiknya.
Semangat yang sama juga menampilkan sejumlah tamu dan artis yang hadir, di antaranya Bella Bonita, istri penyanyi Denny Caknan, serta Hanum Mega. Meski diguyur hujan, keduanya tetap menikmati Grand Carnival hingga selesai. Momen tersebut menjadi perhatian penonton dan warganet, sekaligus menunjukkan bahwa pesona JFC mampu mengalahkan guyuran hujan.
JFC 2026 berlangsung selama tiga hari, 24–26 Juli 2026, diawali dengan World Kids Carnival (WKC) dan Pets Carnival, dilanjutkan Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI) serta Artwear, sebelum mencapai puncaknya melalui Grand Carnival.
Di penghujung Grand Carnival, langit Jember tiba-tiba menurunkan hujan. Namun, guyuran air tak mampu meredupkan kemegahan pesta budaya tersebut. Bella Bonita, istri penyanyi Denny Caknan, bersama Hanum Mega tetap bertahan sepanjang acara.
Senyum dan semangat keduanya seolah menjadi simbol bahwa pesona JFC jauh lebih besar daripada hujan yang mengguyur. Ribuan penonton pun memilih tetap berada di sepanjang lintasan hingga parade usai, memberikan tepuk tangan kepada para peserta yang menutup Grand Carnival dengan penuh kebanggaan.. (eros)



