Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menghadirkan terobosan di bidang kesehatan. Sebanyak 50 unit Mobil Home Care resmi diluncurkan Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait, SE, M.Sc., Kamis (23/7/2026), sebagai armada layanan kesehatan keliling yang siap mengantarkan dokter dan tenaga medis langsung ke rumah-rumah warga.
Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat miskin ekstrem, lanjut usia, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, hingga balita stunting yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan karena keterbatasan biaya transportasi maupun kondisi fisik.
Menariknya, armada tersebut tidak semuanya berasal dari kendaraan baru. Dari total 50 unit, 10 merupakan kendaraan baru, sedangkan 40 lainnya merupakan kendaraan operasional milik berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dialihfungsikan menjadi Mobil Home Care.
Beragam jenis kendaraan seperti Daihatsu Gran Max, Suzuki APV, Toyota Kijang Innova, hingga kendaraan dinas lainnya kini berubah fungsi menjadi armada pelayanan kesehatan.
Menurut Gus Fawait, kebijakan tersebut merupakan bentuk efisiensi anggaran sekaligus optimalisasi aset daerah agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Mobil-mobil yang ada di OPD yang pemanfaatannya belum optimal kami alihkan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat, salah satunya pelayanan Home Care,” ujarnya.
Tak hanya berfungsi sebagai kendaraan operasional, setiap Mobil Home Care telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pelayanan kesehatan. Di dalamnya tersedia alat pemeriksaan tekanan darah, alat cek gula darah dan Kolesterol, perlengkapan pemeriksaan kesehatan dasar, hingga perangkat komunikasi yang terhubung dengan sistem rekam medis elektronik.
Setiap armada juga didukung tenaga kesehatan yang terdiri atas perawat atau bidan, pengemudi, serta dokter jika diperlukan.
Gus Fawait menjelaskan, lahirnya program ini berangkat dari kenyataan bahwa meskipun layanan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC) telah digratiskan dan iuran BPJS masyarakat kurang mampu ditanggung pemerintah, masih banyak warga yang tidak bisa memperoleh pelayanan kesehatan karena tidak memiliki biaya transportasi atau tidak mampu datang ke puskesmas maupun rumah sakit.
“Rumah sakit dan puskesmas memang sudah gratis, BPJS juga kami bayarkan.Tetapi masih ada warga miskin ekstrem yang tidak bisa berobat karena tidak memiliki biaya untuk datang ke puskesmas atau rumah sakit,” katanya.
Oleh karena itu, sekitar 1.200 tenaga kesehatan akan diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara langsung dari rumah ke rumah. Mereka akan melakukan pemeriksaan, pengobatan, edukasi kesehatan, hingga pemantauan kondisi pasien secara berkala.
Bagi Gus Fawait, program ini bukan sekadar menghadirkan kendaraan pelayanan kesehatan, melainkan menghadirkan keadilan bagi seluruh masyarakat.
“Kalau keluarga mampu memiliki dokter keluarga, maka hari ini untuk pertama kalinya di Indonesia keluarga yang tidak mampu juga memiliki dokter keluarga,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Patrang, dr. Gurid Anggridiaksha, menjelaskan layanan Home Care diprioritaskan bagi ibu hamil, balita berisiko stunting, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta pasien yang mengalami keterbatasan mobilitas.
“Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai biaya maupun transportasi. Tenaga kesehatan akan datang langsung ke rumah pasien sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, mudah, dan nyaman,” jelasnya.
Seluruh armada telah didistribusikan ke sejumlah puskesmas di Kabupaten Jember sesuai kebutuhan wilayah pelayanan. Kehadirannya diharapkan mampu mempercepat penanganan pasien, memperluas akses layanan kesehatan hingga pelosok desa, menekan angka kematian ibu dan bayi, mempercepat penanganan stunting, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (eros)


