Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Pemerintah Kabupaten Jember mulai memetakan sekitar 150 ribu warga lanjut usia (lansia) sebagai bagian dari penguatan program home care yang akan menyasar kelompok rentan. Program tersebut diprioritaskan bagi lansia tunggal, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, serta warga miskin yang belum tersentuh bantuan sosial.
Bupati Jember Muhammad Fawait melalui Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember A. Hilmi mengatakan, layanan tersebut merupakan pengembangan dari program home visit. Pemerintah ingin menghadirkan pelayanan kesehatan dan bantuan sosial secara langsung ke rumah warga yang memiliki keterbatasan mobilitas.
"Jumlah lansia di Jember mencapai sekitar 150 ribu orang. Tidak semuanya membutuhkan layanan khusus, tetapi kami memprioritaskan lansia yang hidup sendiri dan warga rentan yang kesulitan mengakses pelayanan pemerintah," kata Hilmi.
Menurut dia, pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, pemerintah desa, kecamatan, Dinas Kependudukan, hingga perangkat RT dan RW. Aparat di tingkat desa menjadi ujung tombak dalam mendata sekaligus melaporkan warga yang membutuhkan penanganan.
Melalui program tersebut, petugas akan mendatangi rumah penerima manfaat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, memberikan pengobatan dasar sesuai kondisi pasien, serta menyalurkan bantuan sosial apabila memenuhi kriteria.
Bantuan yang disiapkan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan beras dari Bulog, hingga paket sembako dari Dinas Sosial. Sasaran utamanya adalah masyarakat pada kategori desil 1 hingga desil 5 yang belum pernah menerima bantuan pemerintah.
Hilmi menjelaskan, pemerintah juga memetakan wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi sebagai lokasi prioritas. Kecamatan Sumberjambe dan Sumberbaru menjadi daerah yang didahulukan karena memiliki jumlah warga desil 1 dan desil 2 cukup besar. Sementara itu, proses verifikasi data penerima turut melibatkan mahasiswa agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
Sebagai langkah awal, tim gabungan telah mengunjungi Salma (90) dan Diah, warga Dusun Rowo, Desa Mrawan, Kecamatan Mayang. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menyerahkan bantuan berupa kasur, sembako, dan sandang, sekaligus melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah.
Hilmi menegaskan, program home care menjadi upaya pemerintah daerah memastikan kelompok rentan tidak lagi terkendala dalam memperoleh layanan kesehatan maupun bantuan sosial. "Kami ingin pelayanan hadir lebih dekat dengan masyarakat, terutama mereka yang selama ini sulit menjangkau fasilitas pelayanan karena usia, kondisi kesehatan, maupun keterbatasan ekonomi," ujarnya. (Rus)


