Selamat Hari Jadi Jember ke 96

https://draft.blogger.com/blog/page/edit/1360945809311009771/7858131956542366929

Translate

Iklan

Muktamar NU ke-35 Bukan Cuma Soal Musyawarah, Gang Aufa Disulap Jadi Kampung Literasi

Majalah Gempur
Senin, 17 Agustus 2026, 18.10 WIB Last Updated 2026-08-17T11:10:04Z


Jombang, MAJALAH-GEMPUR.Com – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tak hanya menjadi panggung musyawarah para ulama dan Nahdliyin dari berbagai daerah. Di balik semaraknya agenda muktamar, sebuah kampung di sekitar pesantren justru tampil dengan wajah berbeda: Gang Aufa disulap menjadi Kampung Literasi.

Kawasan yang berada tepat di sebelah barat Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas itu disiapkan sebagai ruang publik yang memadukan literasi, edukasi, seni budaya hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dikutip dalam Kabar Tambakberas, Senin (17/8/2026), Kampung Literasi Gang Aufa disiapkan secara kolaboratif oleh warga Gang Aufa bersama Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jombang. Secara administratif, kawasan tersebut berada di RT 01 Desa Tambakrejo, Kabupaten Jombang.

Kehadiran Kampung Literasi ini menjadi salah satu warna menarik dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU. Para muktamirin dan masyarakat umum tidak hanya dapat mengikuti berbagai agenda muktamar, tetapi juga bisa menikmati suasana literasi sekaligus berburu buku-buku pilihan.

Kepala Kampung Literasi Gang Aufa, Andri Widiyansyah, mengatakan kawasan tersebut sengaja disiapkan sebagai ruang yang ramah bagi siapa saja yang ingin memperkaya wawasan maupun membawa pulang buku sebagai kenang-kenangan dari Muktamar ke-35 NU.

“Kampung Literasi hadir untuk memberikan kenyamanan bagi para muktamirin dan masyarakat umum yang ingin mengoleksi buku-buku pilihan sebagai kenang-kenangan menghadiri Muktamar ke-35 NU,” ujar Andri kepada Kabar Tambakberas, Senin (17/8/2026).

Untuk memanjakan para pencinta buku, belasan penerbit dari berbagai wilayah di Indonesia turut dihadirkan. Koleksi yang ditawarkan pun beragam, mulai dari buku pengetahuan umum, keislaman hingga khazanah ke-NU-an.

Namun, Kampung Literasi Gang Aufa bukan sekadar tempat membeli dan membaca buku. Kawasan ini juga dihidupkan dengan berbagai diskusi keilmuan, kajian dan bedah buku yang digelar secara intensif.

Musholla H. Djoenoes Gang Aufa menjadi salah satu pusat kegiatan. Sejumlah lembaga, penerbit buku, aktivis pergerakan hingga penulis turut dilibatkan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Suasana semakin semarak karena warga sekitar ikut ambil bagian menyambut kedatangan para muktamirin. Sepanjang Gang Aufa, puluhan UMKM dan pedagang lokal turut menyajikan beragam kuliner khas Jombang.

Perpaduan antara buku, ilmu, budaya dan kuliner warga membuat Gang Aufa menjadi salah satu ruang yang menarik di tengah gelaran Muktamar ke-35 NU.

Kampung Literasi ini sekaligus menunjukkan bahwa gaung Muktamar NU tidak berhenti di ruang-ruang persidangan. Semangatnya mengalir hingga ke kampung, menghidupkan tradisi membaca, membuka ruang bertukar gagasan dan memberi peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Muktamar bukan hanya tempat bermusyawarah. Di Gang Aufa, muktamar juga menjadi tempat ilmu bertemu warga, buku bertemu pembaca, dan geliat UMKM menemukan berkah. (eros)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Muktamar NU ke-35 Bukan Cuma Soal Musyawarah, Gang Aufa Disulap Jadi Kampung Literasi

Terkini