Bondowoso, MAJALAH-GEMPUR.Com - Pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing terus diperkuat pemerintah seiring meningkatnya mobilitas global dan target kunjungan wisatawan mancanegara.
Sebagai langkah antisipatif menjaga ketertiban dan stabilitas keamanan daerah, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jember menggelar Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) di Kabupaten Bondowoso, Selasa, (31/3/2026) Pagi di salah satu Ballroom Hotel Kabupaten Bondowoso.
Analis Keimigrasian Ahli Madya Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur Yukatsih saat membuka acara menegaskan bahwa Timpora merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian sekaligus langkah strategis dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Forum ini tidak hanya menjadi wadah koordinasi, tetapi juga bagian dari upaya antisipatif terhadap potensi dampak negatif dari keberadaan dan kegiatan orang asing,” ujarnya saat membuka rapat.
Menurut dia, rapat tersebut menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi antar instansi sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pengawasan orang asing.
Selain itu, forum Timpora juga dimanfaatkan untuk bertukar informasi serta menginventarisasi berbagai persoalan di lapangan secara menyeluruh.
Yukatsih menjelaskan, pemerintah terus melakukan adaptasi melalui peningkatan layanan keimigrasian, seperti digitalisasi dan penyediaan visa jangka panjang guna mendukung sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun demikian, kebijakan yang semakin terbuka tersebut harus diimbangi dengan pengawasan yang efektif serta penegakan hukum yang tegas dan terukur.
Di sisi lain, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 16 hingga 17,6 juta orang pada 2026. Oleh karena itu, sinergi antar instansi dinilai menjadi kunci agar kebijakan berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek pengawasan.
“Dengan sinergi yang solid, pengawasan dapat dilakukan lebih efektif dan memberi kontribusi nyata bagi stabilitas keamanan, pembangunan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Melalui forum Timpora, diharapkan lahir langkah-langkah strategis yang responsif terhadap dinamika global sekaligus mampu menjaga kepentingan nasional di tingkat daerah.


