Jember, MAJALAH-GENPUR.Com — Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Kabupaten Jember kembali menggerakkan roda ekonomi warga dengan membuka bazar UMKM yang menghadirkan beragam produk lokal. Kegiatan ini diikuti sekitar 20 pelaku UMKM dan digelar di depan sekretariat Kantor KPI Jember, Jalan S. Parman No. 34, Sumbersari.
Bazar ini menjadi wadah bagi para anggota, khususnya perempuan, untuk memasarkan berbagai produk mulai dari aneka makanan, jajanan, minuman herbal, hingga frozen food. Tak hanya itu, produk ramah lingkungan seperti ecoenzim serta kerajinan tangan juga meramaikan.
Ketua Panitia, Elly Agustia yang juga anggota KKP LJSP KPI Cabang Jember, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari semangat peringatan Hari Kartini dalam mendorong kemandirian perempuan.
“Melalui momentum Hari Kartini, kami ingin mendorong perempuan agar lebih mandiri secara ekonomi. Bazar ini bukan hanya tempat jualan, tetapi juga ruang belajar dan berkembang bagi para pelaku UMKM,” ujarnya.
“Mayoritas pesertanya adalah perempuan, termasuk ibu rumah tangga dan lansia. Ini bukti bahwa perempuan bisa produktif dan berdaya, sekaligus berkontribusi bagi lingkungan,” tambahnya.
Sekretaris KPI Cabang Jember, Dewi Eliana, turut mengapresiasi terselenggaranya bazar UMKM tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran perempuan di sektor ekonomi sekaligus mendorong kemandirian anggota.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan bazar ini karena mampu menjadi ruang pemberdayaan bagi perempuan, sekaligus membuka peluang usaha dan memperluas jaringan pemasaran produk UMKM,” ungkapnya.
Koordinator bazar KPI Jember, Paramiswari, menyebutkan program ini telah berjalan sejak sebelum Ramadhan. Awalnya, bazar dibuka pada pagi hari pukul 06.00 hingga siang. Namun saat Ramadhan, waktu operasional disesuaikan menjadi pukul 14.00 hingga 17.00 WIB.
“Setelah sempat libur Lebaran, dalam waktu dekat bazar akan kami buka kembali,” ujarnya.
Berbagai produk unggulan yang ditawarkan di bazar tersebut antara lain jamu herbal, hasil pelatihan roti, serta aneka camilan kering seperti kremesan. Selain itu, tersedia pula makanan siap saji seperti pastel, abon, nasi uduk, hingga bubur ayam yang dijual secara rutin.
Di balik geliat usaha tersebut, para pelaku UMKM berharap adanya dukungan dari pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok.
“Sebelum Ramadan kami sempat berdiskusi. Yang paling kami ingat adalah pengendalian harga bahan pokok, karena jika harganya tidak stabil, kami juga kesulitan menentukan harga jual,” harapnya.
Ekoenzim Jadi Daya Tarik, Diolah dari Limbah Rumah TanggaSalah satu produk yang cukup menarik perhatian dalam bazar ini adalah ekoenzim, yang diolah dari limbah organik rumah tangga dan memiliki banyak manfaat.
Salah satu pemasok ekoenzim dari Kelompok Kepentingan Lansia KPI Jember mengungkapkan, produk tersebut tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.
“Ekoenzim ini kami buat dari limbah organik. Selain mengurangi sampah rumah tangga, juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari dan memiliki nilai jual,” ujarnya.
Semangat limbah ini juga tercermin dari salah satu anggota lansia KPI Jember, Valeria Grosi, yang mengolah minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan.
Ia memanfaatkan limbah dapur yang kerap terbuang untuk diolah menjadi produk bernilai guna, seperti sabun berbahan minyak jelantah, bunga kenanga, hingga ampas kopi.
“Harapannya, masyarakat tidak lagi memandang limbah sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi bisa diolah menjadi sumber penghasilan,” ungkapnya.
Melalui bazar ini, KPI Jember tidak hanya mendorong peningkatan perekonomian anggotanya, namun juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi. (eros)