Selamat Hari Jadi Jember ke 96

https://draft.blogger.com/blog/page/edit/1360945809311009771/7858131956542366929

Translate

Iklan

Bukan Cuma Rebut Piala, 315 PMR Madya Jember Ditempa Jadi Generasi Siap Menolong

Majalah Gempur
Sabtu, 12 September 2026, 16.20 WIB Last Updated 2026-09-12T09:40:07Z


Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - 315 remaja turun gelanggang. Mereka bukan hanya berebut piala, tetapi sedang ditempa menjadi generasi yang siap menolong ketika orang lain membutuhkan. Bahkan, kiprah mereka ikut menarik perhatian relawan Palang Merah Jepang.

Pemandangan itu terlihat dalam Ajang Humanitas dan Inovasi Palang Merah Remaja Madya (Abhinaya) 2026 yang digelar PMR Wira SMKN 1 Jember, Sabtu (12/9/2026).
Sebanyak 315 anggota PMR Madya dari 21 kontingen SMP dan MTs se-Kabupaten Jember tumpah ruah mengikuti kompetisi yang menguji keterampilan, ketangkasan, kekompakan sekaligus kesiapsiagaan dalam bidang kepalangmerahan.

Ada 10 bidang lomba yang diperebutkan. Di antaranya Simulasi Pertolongan Pertama, Olimpiade Palang Merah, Cipta Tandu hingga berbagai pos travelling yang menantang kemampuan peserta menghadapi situasi di lapangan.


Namun ada pemandangan yang membuat Abhinaya 2026 semakin istimewa. Dua relawan Japanese Red Cross Society (JRCS) atau Palang Merah Jepang, Sena Hasegawa dan Kaori, turun langsung meninjau jalannya kompetisi.

Kehadiran dua relawan internasional tersebut menjadi perhatian tersendiri. Mereka didampingi Sekretaris PMI Kabupaten Jember Ghufron Eviyan Efendi, Kabid Penanggulangan Bencana Narto, Kepala Markas PMI Kabupaten Jember Imam Muslim Al Hariri, Waka Kurikulum SMKN 1 Jember Dwi Wahyuni, S.Sos., M.M., serta Pembina PMR Wira SMKN 1 Jember Felia Novianti.

Rombongan berkeliling melihat langsung sejumlah cabang lomba. Mulai dari Simulasi Pertolongan Pertama, Olimpiade Palang Merah, Cipta Tandu hingga pos travelling yang menguji ketangkasan dan keterampilan kepalangmerahan para peserta.

Sena Hasegawa mengaku terpukau melihat energi dan antusiasme para relawan muda Jember. Menurutnya, kemampuan para pelajar Indonesia dalam menguasai teknik kepalangmerahan menjadi pengalaman menarik dalam pertukaran pengetahuan dan pengalaman kemanusiaan.

“Para pelajar semangat dan profesionalisme yang ditunjukkan para pelajar Indonesia dalam menguasai teknik kepalangmerahan patut diacungi jempol dan memberikan warna tersendiri dalam pertukaran pengalaman kemanusiaan ini,” ujar Sena dalam bahasa Inggris.

Bagi Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron Eviyan Efendi, kehadiran relawan Palang Merah Jepang menjadi momentum penting. Selain mempererat jejaring persahabatan internasional, kunjungan tersebut juga menunjukkan bahwa pembinaan PMR di Jember terus berkembang.

“Tidak hanya mempererat jejaring persahabatan internasional, tetapi juga memotivasi para peserta PMR Madya untuk tampil maksimal dan mendunia,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua PMR Wira SMKN 1 Jember, Nadia, menyampaikan bahwa Abhinaya 2026 diikuti 21 kontingen dengan total sekitar 315 anggota PMR Madya.

“Sepuluh bidang dilombakan dalam Abhinaya SMKN 1 Jember ini, diikuti oleh 21 kontingen dari MTs dan SMP dengan total peserta sekitar 315 anggota PMR Madya,” kata Nadia saat menyampaikan laporan dalam upacara pembukaan.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pelepasan dua burung merpati oleh Wakil Kepala SMKN 1 Jember Abdul Haris bersama Sekretaris PMI Kabupaten Jember Ghufron Eviyan Efendi.

Menurut Ghufron, Abhinaya bukan sekadar arena untuk mengejar trofi. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para relawan muda untuk saling mengenal, membangun persaudaraan, memperkuat gotong royong dan menumbuhkan sportivitas.

“Abhinaya 2026 SMKN 1 Jember menjadi ruang untuk saling kenal, bersaudara, dan membangun kebersamaan sebagai relawan PMI,” tegasnya.

Ia menyebut Abhinaya 2026 juga menjadi pemanasan menuju Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Tingkat Kabupaten Jember 2026. Karena itu, ia meminta peserta menjunjung sportivitas dan dewan juri memberikan penilaian secara netral serta sejujur-jujurnya.

Waka Kurikulum SMKN 1 Jember, Dwi Wahyuni, S.Sos., M.M., turut mengaku bangga dengan pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, perpaduan kompetisi, pendidikan kemanusiaan dan kehadiran relawan internasional memberikan pengalaman berharga bagi peserta.

“Keterlibatan tokoh-tokoh penting serta kehadiran relawan asing membuktikan bahwa Abhinaya 2026 SMKN 1 Jember sukses menjadi ruang belajar dan menempa mental tangguh bagi generasi muda kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Humas SMKN 1 Jember, Abdul Haris, mengingatkan seluruh peserta agar tidak menghalalkan segala cara demi sebuah kemenangan.
“Semoga Abhinaya kali ini lancar dan sukses. Mari junjung sportivitas; lomba ini bukan sekadar mengejar juara, melainkan mencari pengalaman yang jauh lebih penting,” pesannya.

Pembina PMR Wira SMKN 1 Jember, Felia Novianti, S.E., menjelaskan bahwa Abhinaya 2026 memang dirancang untuk menguji kemampuan, kesiapsiagaan dan ketangkasan relawan muda melalui berbagai perlombaan edukatif dan kompetitif.

Pada akhirnya, Abhinaya 2026 bukan sekadar tentang siapa yang berdiri paling tinggi di podium. Di balik persaingan 315 peserta dan perhatian relawan Palang Merah Jepang, ada misi yang jauh lebih besar: mencetak generasi muda yang tidak hanya berani berkompetisi, tetapi juga sigap mengulurkan tangan dan siap menolong sesama. (eros)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bukan Cuma Rebut Piala, 315 PMR Madya Jember Ditempa Jadi Generasi Siap Menolong

Terkini