Selamat Hari Jadi Jember ke 96

https://draft.blogger.com/blog/page/edit/1360945809311009771/7858131956542366929

Translate

Iklan

Puluhan Tahun Diusulkan, Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Mojan Gludug Bareng GSB Gotong Royong

Majalah Gempur
Senin, 14 September 2026, 21.49 WIB Last Updated 2026-09-14T14:49:38Z

 


Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com – Seorang pengendara harus memperlambat laju kendaraannya ketika melewati jalan menuju Lingkungan Mojan Gludug, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Bukan karena jalan itu ramai, melainkan karena jalurnya sempit dan diapit jurang.

Jalan sepanjang sekitar 1,5 kilometer itu selama bertahun-tahun menjadi akses utama warga. Lebarnya hanya sekitar 60 sentimeter di sejumlah bagian. Ketika hujan turun, permukaan jalan menjadi licin dan warga harus ekstra hati-hati agar kendaraan tidak tergelincir ke sisi jurang.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga, terutama perempuan, memilih menghindari jalur itu jika tidak memiliki keperluan mendesak.

Namun, persoalan yang paling dikhawatirkan warga bukan sekadar sulitnya mobilitas sehari-hari. Mereka membayangkan bagaimana jika sewaktu-waktu ada warga yang membutuhkan pertolongan medis.

“Harapannya, nanti ambulans bisa masuk sampai ke lokasi. Selama ini aksesnya sangat sulit,” kata Asmat Ketua RW 02 Lingkungan Mojan Gludug.

Harapan itu mulai diwujudkan warga bersama anggota Gerakan Salat Berjamaah (GSB) Jember pada Minggu (13/9/2026). Jalan yang juga menuju Pondok Pesantren An-Nibros Cahayagiri.sudah mulai diperbaiki secara gotong royong.

Tanah diratakan, Paving yang disediakan oleh GSB dan Donatur di angkut satu persatu dan disusun. Bagi mereka, pelebaran jalan bukan sekadar pembangunan fisik. Jalan yang lebih layak berarti akses yang lebih aman bagi santri, petani, warga, sekaligus membuka kemungkinan kendaraan medis mencapai lokasi ketika keadaan darurat.

Ketua GSB Jember Amirul Wibisono melalui Ketua Panitia Pelaksana Pembangunan Jalan Paving, Edy Winarko, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian GSB terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurut Edy, GSB selama ini tidak hanya menjalankan kegiatan di masjid dan musala melalui Salat Subuh Berjamaah maupun santunan anak yatim. Mereka juga berusaha terlibat dalam kegiatan sosial yang membutuhkan gotong royong.

“GSB sudah berulang kali terjun dalam kegiatan bakti sosial, mulai dari membangun jembatan hingga merenovasi tempat ibadah. Hari ini seluruh anggota GSB bersama warga bahu-membahu menaklukkan jalur ekstrem ini,” ujar Edy.

Ia menyebut kegiatan tersebut juga dilandasi prinsip khairunnas anfa’uhum linnas, yakni sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Gagasan memperbaiki jalan tersebut bermula ketika Pembina GSB, H. Herwan, bersama jajaran pengurus melihat kondisi akses menuju Pondok Pesantren An-Nibros Cahayagiri.

Setelah melaksanakan Salat Subuh Berjamaah di Masjid An-Nibros Cahayagiri, pengurus GSB kemudian berdiskusi dengan Pengasuh Pondok Pesantren An-Nibros Cahayagiri, Kiai Iskandar.

Dari pertemuan itu muncul gagasan untuk memperbaiki jalan secara bersama-sama. Warga pun menyambutnya. Ketua RT, Ketua RW, hingga Korling Maun ikut turun langsung dalam pengerjaan.

“Harapan itu kini mulai terlihat secara nyata. Jalur yang sebelumnya hanya selebar sekitar 60 sentimeter diperlebar menjadi lebih dari dua meter,” ujar Edy.

Pelebaran tersebut menjadi perubahan besar bagi warga. Kendaraan kini memiliki ruang lebih luas untuk melintas dan tidak harus terlalu dekat dengan jurang.

Asmat Ketua RW 02 Mojan Gluduk mengatakan, persoalan akses tersebut bukan baru terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Warga bahkan pernah berupaya memperbaikinya secara swadaya.

Pada 2016, sekitar 70 kepala keluarga mengumpulkan tenaga dan biaya untuk mengecor jalan.

“Dengan kemampuan seadanya, kami mengumpulkan tenaga dan biaya untuk mengecor jalan. Namun, waktu dan hujan perlahan menghapus hasil kerja keras warga tersebut,” tuturnya.

Jalan kembali rusak. Permukaannya licin, terutama ketika hujan. Kekhawatiran warga pun kembali muncul.

Upaya mendapatkan perbaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan juga telah beberapa kali dilakukan.

Namun, hingga kini akses tersebut belum sepenuhnya berubah seperti yang diharapkan warga. Karena itu, warga memilih kembali bergerak dengan kemampuan yang mereka miliki.

Bersama GSB, kerja bakti dilakukan setiap Minggu, mulai siang hingga malam. Paving dipasang sedikit demi sedikit untuk memperlebar dan memperbaiki jalur tersebut.

Belum diketahui kapan seluruh jalur sepanjang 1,5 kilometer itu dapat selesai diperbaiki. Namun, warga sudah memiliki tujuan yang sama yakni menghadirkan akses yang lebih aman.

Lebih dari sekadar jalan, mereka ingin memastikan tidak ada lagi kendaraan yang harus berhenti jauh ketika seseorang membutuhkan pertolongan medis. Di jalur yang selama bertahun-tahun dikepung jurang itu, paving yang terpasang satu per satu kini membawa harapan baru.

Harapan seorang santri untuk pergi mengaji dengan lebih aman. Harapan petani membawa hasil panen. Dan yang paling penting, harapan sebuah keluarga agar ambulans suatu hari bisa mencapai rumah mereka ketika keadaan darurat datang. (Eros/Yud)

GSB Juga Membuka Donasi Bantuan Untuk Pembangunan Jalan Paving Ke Pemukiman Warga dan PP An-Nibros Cahayagiri Mojan dengan nomor rekening 7370826212 Bank BSI,  A/N : Gerakan Sholat Berjamaah Bank BSI 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Puluhan Tahun Diusulkan, Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Mojan Gludug Bareng GSB Gotong Royong

Terkini