Keterangan Foto Perwakilan PMR SMKN 4 Jember mengikuti kegiatan edukasi dan pelatihan pencegahan sindroma metabolik melalui aplikasi ENSTAR for Teens di TEFA Nutrition Care Center Politeknik Negeri Jember, 25 September 2026.
JEMBER, 25 September 2026 - Upaya
meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini
dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Optimalisasi
Peran Remaja dalam Pencegahan Sindrom Metabolik melalui Aplikasi ENSTAR for
Teens di TEFA Nutrition Care Center (NCC)”.
Kegiatan yang dilaksanakan di TEFA Nutrition Care Center (NCC) Politeknik Negeri Jember tersebut mengundang perwakilan anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMKN 4 Jember bersama guru pendamping, Yayak Hidayat, S.Pd. Para peserta mendapatkan edukasi sekaligus pelatihan mengenai pengenalan sindrom metabolik, pola makan sehat, pengukuran antropometri, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pemantauan kesehatan remaja.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Politeknik Negeri Jember. Rangkaian pembukaan juga diisi dengan sambutan serta pengenalan Program Studi Gizi Klinik dan TEFA Nutrition Care Center oleh Kaprodi Gizi Klinik Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Jember, yaitu Alinea Dwi Elisanti, S.KM., M.Kes.
Memasuki kegiatan inti, peserta memperoleh edukasi mengenai pedoman gizi seimbang bagi remaja yang disampaikan oleh Dahlia Indah Amareta, S.KM., M.Gizi., yang juga merupakan ketua kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini. Materi kemudian dilanjutkan dengan topik pemilihan makanan sehat bagi remaja yang disampaikan oleh Irene Ratri Andia Sasmita, S.TP., M.P. Melalui materi tersebut, peserta diajak untuk memahami pentingnya membuat pilihan makanan yang mendukung kesehatan dan membantu mencegah berbagai faktor risiko penyakit tidak menular sejak usia remaja.
Salah satu sesi utama kegiatan adalah edukasi mengenai sindrom metabolik pada remaja dan pentingnya deteksi dini, yang disampaikan oleh Galih Purnasari, S.Gz., M.Si. Peserta diperkenalkan pada berbagai faktor risiko sindrom metabolik serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan remaja untuk menjaga kesehatan metabolik, termasuk penerapan pola makan seimbang dan gaya hidup aktif.
Tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, peserta juga mengikuti demonstrasi pengukuran antropometri yang dipandu oleh panitia mahasiswa. Sesi praktik ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai pentingnya pengukuran status antropometri sebagai bagian dari upaya mengenali kondisi kesehatan dan faktor risiko metabolik.
Mengenal ENSTAR for Teens
Bagian penting lainnya dalam kegiatan ini adalah pengenalan dan penggunaan aplikasi ENSTAR for Teens yang disampaikan oleh Efri Tri Ardianto, S.KM., M.Kes.
ENSTAR for Teens dikembangkan sebagai salah satu sarana pendukung bagi remaja untuk lebih mengenal dan memantau kondisi kesehatan serta faktor-faktor yang berkaitan dengan risiko sindrom metabolik. Melalui pendekatan berbasis teknologi, remaja diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi kesehatan, tetapi juga dapat berperan aktif dalam mengenali kondisi dirinya dan membangun perilaku hidup sehat.
Pemanfaatan aplikasi tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan edukasi yang lebih dekat dengan karakteristik remaja yang akrab dengan teknologi digital. Dengan demikian, edukasi mengenai pencegahan sindrom metabolik diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat mendorong keterlibatan remaja dalam melakukan pemantauan dan menerapkan perilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kemudian ditutup dengan dokumentasi serta pesan dan kesan dari peserta. Untuk kegiatan monitoring dan evaluasi, tim pengabdian kepada masyarakat berencana untuk berkunjung kembali ke SMKN 4 beberapa minggu lagi. Tim akan memantau penggunaan aplikasi ENSTAR for Teens melalui uji daya terima (user acceptance test) dan memastikan kegiatan pengukuran antropometri yang dilakukan oleh siswa.
Melalui kegiatan ini, keterlibatan anggota PMR SMKN 4 Jember diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat peran remaja sebagai agen kesehatan di lingkungan sekolah. Pengetahuan mengenai gizi seimbang, pilihan makanan sehat, aktivitas fisik, pengukuran antropometri, serta pemanfaatan teknologi kesehatan diharapkan dapat membantu remaja mengenali faktor risiko sindrom metabolik sejak dini.
Program ENSTAR for Teens di TEFA Nutrition Care Center Politeknik Negeri Jember menjadi salah satu bentuk pemanfaatan inovasi digital dalam edukasi gizi dan kesehatan remaja. Pendekatan ini sekaligus memperkuat upaya promotif dan preventif untuk membangun kesadaran kesehatan sejak usia sekolah.


