JEMBER, MAJALAH-GEMPUR.Com – Ampas kopi yang biasanya berakhir di tempat sampah kini mulai punya nilai baru. Tenaga pendidik Politeknik Negeri Jember (Polije) melatih UMKM binaan Kafe Pudja Kopi, Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, mengolah limbah ampas kopi menjadi briket sebagai alternatif energi terbarukan.
Setiap hari, Kafe Pudja Kopi menghasilkan sekitar 5–10 kilogram ampas kopi basah. Limbah tersebut selama ini langsung dibuang, namun melalui pelatihan Pengabdian kepada Masyarakat Polije, ampas kopi dikenalkan sebagai bahan yang dapat diolah menjadi energi sekaligus peluang ekonomi.
Ketua tim pelaksana, Sepdian Luri Asmono, S.ST., M.P., mengatakan pemanfaatan ampas kopi menjadi briket menjadi langkah penting untuk mendorong penggunaan energi alternatif yang berkelanjutan.
Satria Indra Kusuma, S.E., M.M., menyebut pengolahan limbah ini juga diharapkan dapat membuka peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat dan petani kopi di Arjasa.
Sementara itu, Yuli Hananto, S.Tp., M.Si., menyampaikan briket ampas kopi yang diolah dengan standar dapat dikembangkan menjadi komoditas bernilai ekonomi. Rahmawati, S.P., M.P., menilai inovasi tersebut berpotensi membuka peluang bisnis baru bagi UMKM di Desa Arjasa.
Pelatihan turut melibatkan mahasiswa dari Prodi Pengelolaan Perkebunan Kopi, Budidaya Tanaman Perkebunan, dan Teknologi Energi Terbarukan. Peserta antusias mengikuti praktik dan berdiskusi hingga kegiatan berakhir.
Dari ampas kopi yang sebelumnya dibuang, kini muncul peluang baru: mengurangi limbah, menghasilkan energi alternatif, sekaligus membuka jalan bagi UMKM Arjasa untuk naik kelas. (eros)



