JEMBER, MAJALAH-GEMPUR.Com – Di tengah ancaman kekeringan yang mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Jember, semangat kemanusiaan terus bergerak. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bersama Perumdam Tirta Pandalungan Jember bersatu memastikan bantuan air bersih tetap mengalir ke masyarakat yang membutuhkan.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan warga terdampak kekeringan. Dukungan sumber air dari Perumdam Tirta Pandalungan membuat operasional distribusi air bersih yang dilakukan PMI Kabupaten Jember dapat berjalan lancar.
Saat ini, Tim Tanggap Darurat PMI Kabupaten Jember terus mendistribusikan air bersih ke lima titik yang tersebar di tiga kecamatan. Armada mobil tangki PMI setiap hari bergerak membawa pasokan air menuju wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Untuk memenuhi kebutuhan dalam operasi kemanusiaan tersebut, mobil tangki PMI mengambil air dari sumber milik Perumdam Tirta Pandalungan Jember. Air dari sumber tersebut telah melalui proses pengolahan sebelum digunakan untuk mendukung kegiatan distribusi kepada masyarakat.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengatakan dukungan Perumdam Tirta Pandalungan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.
“Alhamdulillah, distribusi air bersih ke masyarakat terdampak kekeringan berjalan lancar. Salah satunya karena kami mendapat dukungan dari Perumdam Tirta Pandalungan yang menyediakan sumber air untuk kebutuhan operasional PMI,” ujar Zainollah.
Menurutnya, sumber air milik Perumdam Tirta Pandalungan merupakan salah satu dari enam sumber air bersih yang direkomendasikan BPBD Kabupaten Jember dalam mendukung penanganan kekeringan.
Saat ini, mobil tangki PMI Kabupaten Jember melakukan pengambilan air dari sumber Perumdam Tirta Pandalungan sebanyak dua kali dalam sehari. Air tersebut kemudian diangkut dan didistribusikan ke titik-titik yang menjadi sasaran bantuan.
“Dalam sehari, mobil tangki PMI mengambil air dua kali dari sumber Perumdam Tirta Pandalungan. Dukungan ini sangat berarti karena ketersediaan sumber air menjadi bagian penting dalam kelancaran operasi distribusi,” jelasnya.
Bagi PMI, distribusi air bersih bukan sekadar mengantarkan ribuan liter air menggunakan mobil tangki. Di balik setiap perjalanan armada, ada kebutuhan warga yang harus segera dipenuhi di tengah kondisi kekeringan.
Karena itu, Zainollah menegaskan bahwa penanganan dampak kekeringan membutuhkan kerja sama berbagai pihak. PMI, kata dia, tidak mungkin berjalan sendiri dalam menghadapi persoalan kemanusiaan tersebut.
“Kondisi kekeringan membutuhkan kerja bersama. PMI tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan Perumdam Tirta Pandalungan, pemerintah daerah, BPBD, dan berbagai pihak lainnya sangat membantu agar distribusi air bisa terus dilakukan,” katanya.
Kolaborasi PMI Kabupaten Jember dan Perumdam Tirta Pandalungan menjadi bukti bahwa persoalan kemanusiaan membutuhkan kepedulian dan aksi nyata secara bersama-sama.
Saat sebagian warga menghadapi kesulitan mendapatkan air, PMI terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Dengan dukungan sumber air yang memadai dari Perumdam Tirta Pandalungan, armada tangki PMI diharapkan dapat terus menyalurkan bantuan hingga masyarakat terdampak mendapatkan kebutuhan air bersih.
Di tengah musim kekeringan, kolaborasi ini menjadi harapan. Sebab ketika banyak pihak memilih untuk bergerak bersama, air bersih bukan lagi sekadar bantuan, melainkan wujud nyata kepedulian untuk memastikan warga Jember tidak menghadapi kekeringan sendirian. (eros)


