"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Monday, 6 April 2020

Khofifah Semangati Tenaga Medik Lawan Covid-19 Lewat Vidcon


Surabaya, MAJALAH-GEMPUR.Com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyapa sejumlah tenaga medis RS dr Soetomo melalui sambungan video conference (vidcon). Khofifah memberi dukungan dan memompa semangat para petugas medis yang saat ini menjadi garda terdepan dalam menangani wabah virus corona jenis baru, Covid-19, Surabaya, Minggu 5 April 2020.


Khofifah menanyakan kabar, situasi, dan kondisi tim paramedis selama menangani Covid-19, kendala-kendala secara khusus yang dihadapi para dokter dan tenaga medik lainnya. Juga menanyakan pemberian gizi bagi para tenaga medik.
“Assalamualaikum. Saya Khofifah bersama Pak Wagub, Pak Sekda dan Pimpinan RS dr. Soetomo. Mohon informasi kondisinya rekan-rekan medik di lapangan? Kendala apa saja yang dihadapi, dan tingkat kesulitannya seperti apa ?,” tanya Khofifah.

Selain itu, sambung Khofifah, menanyakan bagaimana dengan pembagian waktu istirahat, sirkulasi jaga selama pelayanan Apakah ada rekomendasi khusus dari para tim medik untuk bisa menjaga stabilitas berapa hari, berapa minggu bertugas, berapa hari atau berapa minggu istirahat. Pertanyaan tersebut langsung disambut hangat oleh Dokter Spesialis Paru RSUD dr Soetomo, dr Wahyu yang mengatakan saat ini dirinya bertugas menjadi Tim Penere di RSUD dr. Soetomo Surabaya dan telah merawat 10 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Diantaranya 3 pasien menggunakan ventilator.

“Kami informasikan, hari ini, Minggu (5/4) ada empat orang yang sudah diperbolehkan pulang. Tiga orang yang kondisinya stabil, satu orang sudah konversi negatif. Jadi kami sudah koordinasi dengan Dinas. Jadi nanti pasien akan melakukan isolasi diri di rumah. Tapi akan tetap kita pantau bersama rekan-rekan kita,” ujar dr Wahyu.

Mengenai waktu istirahat, lanjut dia, hal tersebut masih bisa terkendali. Saat ini dibantu dengan dua orang PPDS Paru, PPDS Anastesi, lima perawat yang bertugas. “Jadi begini bu karena kita sudah kontak dengan pasien yang terkonfirmasi. Tetap kita pantau teman-teman, apakah ada keluhan atau tidak. Kalau memang ada keluhan akan ada pemeriksaan. Minimal untuk screening. Jadi sebaiknya ada pemeriksaan. Untuk jam kerjanya satu minggu kalau bisa ada penggantinya, karena memang cukup,” paparnya.

Di akhir vidcon, Khofifah menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tenaga medis di seluruh rumah sakit di Jawa Timur yang telah bekerja keras selama masa darurat Covid-19. "Apresiasi setinggi-tingginya dan terimakasih sebesar-besarnya bagi semua tenaga medis yang saat ini sedang ikhtiar menyelamatkan banyak manusia. Semoga selalu diberikan kesehatan dan kekuatan oleh Allah SWT. Aamiin," ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Minggu (5/4).

Menurut Khofifah, peran petugas medis baik itu dokter, perawat dan yang lainnya saat ini sangat penting. Kerja keras yang ditunjukkan mereka pun berbuah hasil yang signifikan, dimana hari ini, Minggu (5/4) jumlah pasien sembuh kembali bertambah sebanyak 8 orang.

Sehingga total keseluruhan pasien sembuh menjadi 38 orang. Artinya rasio kesembuhan tersebut mencapai 20,3 persen dari jumlah pasien terkonfirmasi positif di Jatim. "Ini semua tidak akan terwujud tanpa kerja keras yang dilakukan seluruh tenaga medis di Jawa Timur. Salam hormat dari saya untuk seluruh dokter, perawat, dan petugas kesehatan lainnya. InsyaAllah situasi ini akan segera berakhir," ujar Khofifah.

“Mari kita bersama-sama membantu para dokter dan para medis untuk melawan covid-19. Mari sama-sama lawan pandemi ini dengan cara dirumah saja," imbuhnya. Selain menyapa tenaga medik, Gubernur Khofifah mengupdate perkembangan Covid-19 di Jatim. Hingga hari ini, Minggu (5/4), jelasnya, total pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Jatim mencapai 187 orang atau bertambah 35 orang dibandingkan hari sebelumnya yakni sebanyak 152 orang. Sedangkan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadi sebanyak 10.636 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menjadi 926 orang, dan pasien yang meninggal mencapai 14 orang. (*)

Berita Terkait Pemerintahan

No comments: