"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Friday, 27 November 2020

Diknas Jember Berencana Menggelar Kegiatan Belajar Tatap Muka

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kabar digelarnya kegiatan Belajar tatap Muka (KBM) pada masa Pandemi Covid 19 pada awal tahun tahun 2021, mendapat tanggapan positif berbagai pihak.

Menurut Suko Winarno sekretaris Dinas pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember, KBM itu berdasarkan Surat Keputusan Bersama antara Menteri Dalam Negeri  dengan Menteri Pendidikan, menteri kesehatan dan menteri agama.

"Saya terima kasih kepada pemerintah yang mengijinkan proses KBM. Namun sebelum pelaksanaan masih perlu dapat persetujuan Orang tua atau wali murid dan Komite sekolah, mengingat sekarang ini masih masa pandemi," jelas Suko, saat ditemui di kantornya, Jumat (27/11/2020).

Suko mengaku bahwa pihaknya telah menggodok rencana KBM tersebut baik teknis maupun non teknis salah satunya bagaimana teknis penyelenggaraannya nanti, soal pembatasan volume rombongan belajar maksimal 50 persen dari jumlah murid.

"Namun belum final, masih berupa konsep yang akan diajukan kepada Bupati, Insyalloh satu dua hari, kalau Bupati menyetujui, kita akan mengumpulkan Pengawas Bina di wilayah masing dan memberikan penjelasan untuk dilanjutkan keguru dan Orang tua/Wali murid." jelasnya

Terkait teknis KBM di zona merah, Lanjut Suko, masih menunggu petunjuk teknis diantara wilayah (Kecamatan) yang masuk zona merah. Karena, tentunya ada sekolah yang bertempat di desa atau kelurahan yang tidak memiliki resiko tinggi, mungkin sekolah itu.

"Untuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) di kabupaten Jember seluruhnya sejumlah 906 sedangkan Sekolah Tingkat Pertama Negeri (SMTP) Sejumlah 94 dan Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) Sederajat itu Domainnya Propensi." Ungkap Suko

Sementara Budi Gunawan Spd kepala sekolah Ajung 02 Kecamatan Kalisat, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya menyampaikan, bahwa sebagai petugas di lapangan tinggal menungu petunjuk tehnis dari Dispendik selaku penanggung jawab pendidikan di Kabupaten Jember.

"Jika ada surat perintah, tidak ada kata tidak, karena mengajar adalah tugas pokok kami, karena masa pandemi kita tetap menjalankan protokol kesehatan seperti mempersiapkan Handsanitiser, Tempat mencuci tangan dan diharuskan memakai masker." tandasnya (Yond)

Berita Terkait Pemerintahan

No comments: