-
![]() |
| BPBD Kabupaten Jember menutup tanah longsor dengan terpal |
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com-Abrolnya tembok pagar belakang GOR Kaliwates, Kabupaten Jember, tak bisa semata-mata dibaca sebagai dampak hujan deras. Peristiwa yang terjadi pada Rabu sore (20/01/ 2026) justru kembali membuka persoalan klasik yakni rapuhnya infrastruktur publik di tengah cuaca ekstrem yang kian sering melanda.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Jember sejak siang hari memicu longsor di area belakang Gedung Olahraga (GOR) Kaliwates. Akibatnya, tembok pagar sepanjang kurang lebih 22 meter runtuh, disertai longsoran tanah dengan kedalaman mencapai 25 meter.
Material longsor bahkan menyeret satu unit mobil dinas merk Innova warna Hitam bernomor Polisi P 1273 GP milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jember yang terparkir di sekitar lokasi terseret material longsor hingga terjun ke sungai sekitar 10 meter.
"Longsor terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Pemicu utamanya adalah hujan yang turun sejak siang,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jember, Edi Susilo, dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Kamis (22/1/2026).
Pascakejadian, BPBD Jember melakukan asesmen lapangan dan koordinasi lintas instansi. Evakuasi mobil dinas yang terseret longsor baru rampung sekitar pukul 21.00 WIB, hampir lima jam setelah kejadian.
“Sebagai langkah darurat, kami memasang tiga lembar terpal di titik rawan untuk menahan pergerakan tanah. Ini bersifat sementara karena kondisi tanah masih labil,” jelas Edi.
BPBD juga merekomendasikan penanganan permanen melalui koordinasi dengan PUPR Jember, terutama pembangunan struktur penahan tanah. Rekomendasi tersebut menegaskan bahwa respons darurat tak akan cukup tanpa perbaikan jangka panjang yang terencana.
“Area belakang GOR Kaliwates masih berpotensi longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi,” tambahnya.
Penanganan kejadian ini melibatkan unsur BPBD, Tim Reaksi Cepat (TRC), Polsek dan Koramil Kaliwates, Dinas Perhubungan, serta relawan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, longsor di GOR Kaliwates menjadi peringatan keras bahwa mitigasi bencana dan penataan ruang tak bisa terus berjalan reaktif menunggu bencana datang baru bertindak. (Wahyu/Eros)


