Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Halaman Kantor Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, sejak pagi dipadati warga. Sebagian datang membawa tas belanja sederhana, sebagian lainnya menggenggam kupon.
Antrean yang mengular tampak tertib, seolah mencerminkan kesadaran kolektif bahwa kesempatan ini berharga. Di balik wajah-wajah yang menunggu, tersirat satu hal yang sama, keinginan agar dapur tetap mengepul tanpa harus mengorbankan kebutuhan lain.
Program Pasar Murah dari PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menjadi titik temu harapan tersebut. Dari sekitar 1.000 paket yang disiapkan, sebanyak 902 paket sembako tersalurkan kepada warga di empat kelurahan di Kecamatan Patrang.
Distribusi dilakukan dengan rincian Kelurahan Gebang menerima 434 paket, Jemberlor 226 paket, Banjarsengon 140 paket, dan Slawu 102 paket. Setiap paket memiliki nilai Rp211 ribu, namun dapat ditebus warga hanya dengan Rp30 ribu.
Isi paket mencakup kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, susu, sarden, dan kecap. Komoditas yang belakangan semakin mahal bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Jember, Ratno Cahyo Sembodo, menilai program ini sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga.
“Ini bentuk intervensi nyata. Ketika harga naik, negara harus hadir, termasuk melalui kolaborasi dengan BUMN,” ujarnya.
Camat Patrang, Ajib, menambahkan bahwa program serupa layak diperluas karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. “Kolaborasi seperti ini menjadi kunci dalam menghadapi tekanan ekonomi,” katanya.
Di tingkat kelurahan, manfaat program ini dirasakan secara nyata. Lurah Gebang, Nanang Suwono, menyebut jumlah penerima yang mencapai 434 paket sangat membantu warganya.
“Ini bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk kepedulian nyata. Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok, program ini sangat meringankan beban warga,” ujarnya.
Sekretaris Kelurahan Jemberlor, Wahid Anwar, menilai bantuan tersebut menyasar kebutuhan paling mendasar masyarakat. “Sebanyak 226 penerima di wilayah kami sangat terbantu dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Slawu, Hermanto, menjelaskan bahwa distribusi dilakukan berbasis data wilayah terkecil melalui RW. “Total ada 102 penerima dengan pembagian sesuai kebutuhan masing-masing wilayah,” ujarnya.
Ia berharap program serupa dapat dilaksanakan secara rutin untuk menjaga daya beli masyarakat.
Di Kelurahan Banjarsengon, Sekretaris Kelurahan Arik Riyantono memastikan proses distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran. “Pendampingan penting agar bantuan benar-benar diterima warga yang berhak,” katanya.
Pada tingkat lingkungan, Ketua RT 01 RW 01 Lingkungan Puring, Supardi, menyebut warganya sangat terbantu dengan program tersebut. “Dengan Rp30 ribu sudah mendapatkan kebutuhan pokok lengkap. Untuk wilayah kami mendapat 29 paket,” ujarnya.
Bagi warga seperti Tutik, warga Jemberlor, bantuan ini memberikan dampak langsung. “Alhamdulillah sangat membantu. Harga kebutuhan sekarang naik, jadi ini sangat meringankan,” katanya.
Sementara, Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
“Kami ingin memastikan masyarakat merasakan manfaat nyata, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dana hasil penebusan sembako akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk bantuan sosial lain, seperti perbaikan sarana ibadah dan santunan bagi yayasan. “Dari masyarakat, kembali ke masyarakat,” Pungkasnya. (Eros)


