Selamat Hari Jadi Jember ke 96

https://draft.blogger.com/blog/page/edit/1360945809311009771/7858131956542366929

Translate

Iklan

Kredit UMKM BRI Capai Rp1.235 Triliun, Tetap Jadi Penopang Bisnis

Majalah Gempur
Senin, 31 Agustus 2026, 17.29 WIB Last Updated 2026-08-31T11:17:34Z


Jakarta, MAJALAH-GEMPUR.Com
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyalurkan Rp1.235,4 triliun kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga akhir Juni 2026. Nilai tersebut tumbuh 8,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Porsi kredit UMKM mencapai 75,1 persen dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group. Angka itu menunjukkan sektor UMKM masih menjadi tumpuan utama bisnis BRI di tengah upaya perseroan melakukan diversifikasi sumber pertumbuhan.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan pengembangan bisnis baru tidak mengubah posisi UMKM sebagai bisnis inti perseroan.

“BRI tetap konsisten menjadikan UMKM sebagai core business. Kami percaya pertumbuhan BRI harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Hery dalam pemaparan kinerja BRI di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Menurut Hery, penguatan bisnis konsumer, small-medium-commercial, korporasi, dan pengembangan sumber pertumbuhan baru dilakukan untuk membuat struktur bisnis BRI lebih beragam. Namun, UMKM tetap menjadi fondasi bisnis perseroan.

Di tengah ekspansi kredit tersebut, BRI membukukan laba bersih Rp31,2 triliun hingga akhir Triwulan II 2026. Laba tersebut meningkat 17,5 persen secara tahunan.

Total aset BRI secara konsolidasian mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen. Kredit dan pembiayaan meningkat 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun.

Dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.581 triliun, tumbuh 6,7 persen secara tahunan. Pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) naik 9,9 persen dari Rp73,3 triliun menjadi Rp80,5 triliun.

Pre-Provision Operating Profit (PPOP) juga meningkat 12,8 persen menjadi Rp65,7 triliun.

Hery mengatakan pertumbuhan tersebut berlangsung ketika perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan. Pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II 2026 berada di kisaran 5,30 persen, sedangkan inflasi tercatat 3,34 persen.

Aktivitas UMKM juga menunjukkan penguatan. Indeks Bisnis UMKM meningkat dari 102,5 pada akhir 2025 menjadi 104,7 pada Triwulan I 2026.

“Kondisi tersebut memberikan optimisme bagi BRI karena UMKM merupakan core business sekaligus bagian penting dari fundamental perekonomian nasional,” kata Hery.

Pertumbuhan bisnis BRI diikuti perbaikan sejumlah indikator fundamental. Cost of Fund (CoF) secara bank only turun dari 3 persen pada Triwulan II 2025 menjadi 2,4 persen pada Triwulan II 2026.

Efisiensi operasional juga membaik. Cost to Income Ratio (CIR) turun dari 41,9 persen menjadi 39,2 persen.

Dari sisi kualitas kredit, rasio non-performing loan (NPL) turun dari 3 persen menjadi 2,9 persen. Sementara Cost of Credit (CoC) membaik dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen.

Return on Asset (ROA) BRI berada di kisaran 2,7 persen. Adapun Return on Equity (ROE) meningkat dari 16,6 persen menjadi 18,8 persen.

“Berbagai indikator tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan yang kami capai semakin berkualitas. Funding semakin efisien, efisiensi operasional membaik, kualitas aset semakin sehat, dan kemampuan BRI dalam menghasilkan return juga semakin kuat,” ujar Hery.

BRI tidak hanya menyalurkan pembiayaan kepada UMKM, tetapi juga menjalankan program pemberdayaan. Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa binaan.

Program Klasterku Hidupku mencakup lebih dari 44 ribu klaster usaha. Sementara platform digital LinkUMKM telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.

Program Rumah BUMN juga telah melibatkan sekitar 596 ribu pelaku UMKM hingga Juni 2026.

Dari sisi pembiayaan pemerintah, BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp103,8 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur sepanjang Januari-Juni 2026.

Secara kumulatif sejak 2015 hingga Juni 2026, penyaluran KUR BRI mencapai Rp1.539 triliun kepada 48,4 juta nasabah.

Hery mengatakan pembiayaan perlu berjalan bersama pemberdayaan agar pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan akses modal, tetapi juga memiliki kemampuan mengembangkan usahanya.

“Bagi BRI, pembiayaan dan pemberdayaan merupakan satu kesatuan. Kami ingin menciptakan siklus pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Hery.

Ia mengatakan keberhasilan BRI tidak hanya dilihat dari pertumbuhan aset, kredit, dan laba. Dampak terhadap pelaku usaha dan perekonomian masyarakat juga menjadi bagian dari ukuran kinerja perseroan.

“Dengan fundamental yang semakin kuat dan transformasi yang terus berjalan, BRI akan konsisten tumbuh bersama ekonomi kerakyatan Indonesia,” kata Hery. (Wahyu/Eros)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kredit UMKM BRI Capai Rp1.235 Triliun, Tetap Jadi Penopang Bisnis

Terkini