JEMBER – Pondok Pesantren Maqnaul Ulum Sukowono, Jember, menggelar perayaan puncak resepsi Hari Ulang Tahun (Milad) ke-70 di halaman pondok pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Acara yang mengusung tema “Meniti Jalan, Meraih Cita-Cita” ini dihadiri oleh empat pilar pesantren Jawa Timur, yakni Gontor, Lirboyo, Darul Ulum, dan Sumberwringin, serta guru ngaji, ribuan santri, alumni, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemerintah daerah.
Ketua Panitia Milad, H. Ahmad Bahktiar Yogiarto, S.H., M.Pd. (Gus Yogi), menyampaikan bahwa usia 70 tahun menjadi momentum refleksi sekaligus komitmen untuk terus berkontribusi bagi bangsa. “Selama tujuh dekade, Ponpes Maqnaul Ulum tidak hanya mencetak ulama, tetapi juga melahirkan profesional yang berakhlak mulia. Di era digital ini, kami berkomitmen menjaga nilai-nilai salaf sambil mengadaptasi perkembangan zaman,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Puncak resepsi ditandai dengan pembacaan shalawat bersama, tausiyah kebangsaan dari empat kiai, yakni KH. Hamdi Syarbini (Sumberwringin), Drs. KH. Akrim Maryat, Dipl. AEd (Gontor), KH. M. Hamid Bisri, SE, MSI (Darul Ulum Jombang), dan Dr. Gus H. Ahmad Kafabihi, M.Pd. (Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri), serta pemotongan tumpeng oleh pengasuh pondok, KH. Mahrus Muhith Nahrawi, S.Ag.
Pengasuh KH. Mahrus Muhith Nahrawi menekankan pentingnya moderasi beragama di tengah tantangan global. “Pesantren harus menjadi oase kesejukan. Usia 70 tahun bukan waktu untuk berhenti, melainkan awal dari babak baru dakwah yang lebih inklusif dan relevan,” tegasnya. Ia juga menuturkan sejarah panjang berdirinya pesantren hingga perjalanan hingga hari ini. “Pesantren ini bukan hanya sekadar mendirikan, tetapi ingin membangun sistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi ulama teknokrat dan teknokrat yang ulama, yaitu insan yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur kepesantrenan,” pungkasnya.
Acara puncak ini merupakan rentetan dari rangkaian kegiatan sebelumnya, meliputi napak tilas dan sujud syukur, Bahtsu Masail Pesantren Muadalah se-Jember, Festival Banjari sewilayah Besuki Raya, hingga hiburan santri dalam bentuk Panggung Gembira.
Sebagai penutup, dilakukan pemotongan tumpeng sekaligus penyerahan buku pemikiran KH. Ahmad Nahrowi, pengasuh sekaligus pendiri pondok, berjudul Menjaga Turats, Menyapa Zaman, serta buku kepemimpinan KH. Mahrus Muhith Nahrawi berjudul Pesantren dan Spirit Kebangsaan kepada guru ngaji, alumni, dan simpatisan. - rcx
