Selamat Hari Jadi Jember ke 96

https://draft.blogger.com/blog/page/edit/1360945809311009771/7858131956542366929

Translate

Iklan

Dosen Polije Kenalkan Pupuk dari Kotoran Kambing Berbasis MOL Babat Sapi ke Petani Seputih

Majalah Gempur
Sabtu, 12 September 2026, 13.29 WIB Last Updated 2026-09-12T06:29:52Z


Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com
- Kotoran kambing yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Kelompok tani di Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, mendapat pelatihan mengolah kotoran kambing menjadi pupuk organik menggunakan teknologi sederhana berbasis Mikroorganisme Lokal (MOL) berbahan babat sapi.

Inovasi tersebut diperkenalkan dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberdayakan kelompok tani sekaligus mendorong pemanfaatan limbah peternakan untuk mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, para petani tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga diajak langsung mempraktikkan pembuatan pupuk organik padat dari kotoran kambing.

Prosesnya dilakukan dengan mencampurkan kotoran kambing bersama bahan pendukung dan MOL babat sapi sebagai sumber mikroorganisme. Para peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai proses fermentasi, pengaturan kelembapan hingga ciri-ciri pupuk organik yang telah matang dan siap digunakan.

Pengolahan ini menjadi menarik karena bahan bakunya relatif mudah ditemukan di lingkungan masyarakat. Kotoran kambing yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku pupuk organik.

Kegiatan berlangsung secara partisipatif. Kelompok tani dilibatkan dalam setiap tahapan praktik sehingga mereka tidak hanya mengetahui proses pembuatannya, tetapi juga diharapkan mampu menerapkan teknologi tersebut secara mandiri setelah kegiatan selesai.

Melalui kegiatan ini, masyarakat juga didorong untuk mengubah cara pandang terhadap limbah peternakan. Kotoran kambing tidak harus selalu dibuang, tetapi dapat diolah menjadi produk yang mendukung kebutuhan pertanian.

Pemanfaatan MOL berbahan babat sapi tersebut diharapkan menjadi salah satu alternatif teknologi sederhana yang dapat dikembangkan kelompok tani Desa Seputih dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia di sekitar mereka.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen Polije ini sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mendorong penerapan teknologi tepat guna serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di bidang pertanian.

Ke depan, pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya menciptakan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.

(*)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dosen Polije Kenalkan Pupuk dari Kotoran Kambing Berbasis MOL Babat Sapi ke Petani Seputih

Terkini