Mari Sukseskan Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2014.Gunakan Hak Pilih Anda dengan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pada Tanggal Pada 9 Juli 2014. Suara Anda Akan menentukan Nasib Bangsa"

Sedia Albumin Plus, Madu Albumin, Madu Mengkudu, VCO & Asap Cair



Kamis, 10 April 2008

JEMBER TERASA MENCEKAM



Warga Mulyorejo, Minta Perlindungan Dewan

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Selama puluhan tahun, kami hidup dalam keadaan aman dan nyaman. Tiba-tiba kami merasa terusik dengan adanya rencana penanaman bibit karet oleh Perum perhutani KPH Jember dan intimidasi, kekerasan serta tindakan tidak manusiawi lainnya oleh oknum aparat keamanan dan orang-orang yang tidak bertanggungjawab.  


Untuk itu kami mohon agar pemerintah segera menghentikan penanaman bibit tersebut dan memberikan jaminan keamanan.

Sebenarnya kami telah mengelola lahan dengan baik dan melaksanakan penghijauan dan pemulihan hutan di kawasan Mulyoreja Baban Silosanen, sebagaimana dianjurkan pemerintah. Demikian tutur Asirudin dalam aksi ratusan warga, Senin (18/2) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember. Menurut Linggar (panggilan akrap Asirudin) yang juga ketua Forum Komunikasi Petani Mulyorejo Baban Silosanen


Adm Perhutani yang diwakili Taufik bersama LMDH dan kepala Desa, pada bulan romadlon, saat berbuka puasa, Sabtu (10/11/07) menjanjikan akan mendatangkan tiga jenis bibit yaitu, Pete, Apokat dan Durian. Ternyata yang didatangkan tidak sesuai dengan perjanjian, yang dikirim pohon karet yang kondisinya tidak layak (kering; red) dengan jumlah sangat banyak.Tutur linggar, sembil menunjukkan contoh bibit karet yang tidak layak tersebut. Namun Oknum aparat keamanan dan orang-orang yang tidak bertanggungjawab, memaksa, mengintimidasi, teror, bahkan mengacak-acak rumah salah-satu masyarakat agar bersedia menanam pohon tersebut. Bahkan hidup dan matinya, dibebankan mayarakat. “Mana mungkin?”. Tanyanya.

Ketua Lembga Swadaya Masyarakat (LSM) Piket Nol Miftahul Rahman bersama duapuluh perwakilan warga yang diterima oleh diruangan komisi A, mensinyalir bahwa dibalik tragedi Baban, ada seseatu yang disembunyikan. Ada fihak-fihak yang ingin memisahkan antara masyarakat dengan hutan. Sehingga menurut Memet (panggilan akrap Miftahul Rahman) rasa ketakutan diciptakan untuk kepentingan tertentu. Dia mencontohkan di Suberbaru masyarakatnya juga ketakutan, orang baban takut, orang Ambulu takut, sumuanya takut. Lama-lama bangsa Indonesia ini akan menjadi penakut semua. Paparnya. Sebenarnya tindadakan kekerasan menurut Memet tidak perlu terjadi, apabila semua pihak mau duduk bersama untuk mencari solosi.  


Ketua Forum LSM Jember H. M. Syaeful Rijal. Gus Sef (Panggilan akrap H. M. Syaeful Rijal) membenarkan bahwa situasi di Jember terasa mencekam. Rakyat datang di gedung ini, untuk mencari perlindungan, Tidak mungkin berbuat anarkis. Tapi kenapa penjagaanya sangat berlebihan. bahkan Ketua LSM IBW Sudarsono berpendapat bahwa kekerasan yang terjadi di kabupaten Jember sudah pada taraf yang sangat memprihatinkan, ditambahlagi dengan stitmen Bupati Jember yang mengatakanTembak ditempat”. Menambah situasi semakin tidak kundusif. “Jember merupakan Kabupaten Horor”.  

Untuk itu Darsono meminta kepada Komisi A mengeluarkan rekomendasi agar Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham) turun di Jember. Karena menurut Darsono kekkerasan di Jember LSM Sakera Fathuroji, dirumahnya didatangi beberapa orang yang bersenjata tajam, saya sendiri juga mendapat juga mengalami hal yang sama. Kalau ini terus dibiarkan proses demokrasi yang akan terseumbat. Karena setiap akan menyampaikan aspirasi pasti akan di intimidasi

Untuk itu ketua LSM Elpamas. Bambang Irawan mendesak kepada Komisi A memberikan perlindungan keamanan dan menghentikan penanaman pohon karet tersebut.Menanggapi aspirasi tersebut Ketua Komisi Abdul Ghofur beserta anggota komisi A lainnya yang hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya, Ir Sucipto, Wakik,SH, Lukman Yasir. H. Anis Hidayatullah, dan Haji Wahid Zaini berjanji, akan segera menyampaikan surat rekomendasi kepada ketua DPRD H. Madini Faruk, agar secepatnya mengambil tindakan dan memanggil pihak terkait (Perhutani, Polres dan Mitra Kerja di pemkab jember) untuk mencari alternatif jalan keluarnya. Disamping itu Ghofur sebagai ketua maupun anggota siap memberikan perlindungan, dihukumpun saya siap. Tegasnya. (eros)

Berita Terkait Agraria

3 komentar:

adeaje mengatakan...

Apa bener kejadiannya seperti itu? Jangan-jangan berita ini hanya provokosi yang mengatasnamakan rakyat yang dilakukan LSM yang tidak bertanggungjawab. Banyak justru LSM-LSM menjerumuskan rakyat seperti kejadian di Jawa Barat, LSM Serikat Petani Pasundan (SPP) justru membohongi rakyat miskin untuk menyerahkan sejumlah uang guna pengurusan hak tanah yang ternyata BOHONG BESAR...

Gerakan Masyarakat Peduli Nusantara mengatakan...

Trims, atas tanggapannya. Mudah-mudahan itu tidak bener. Kalau hal ini benar-benar terjadi Sungguh ironis sekali. Kami sepakat dengan pendapat saudara, bahwa jangan sampai rakyat dikormankan baik oleh pemerintah maupun LSM yang hanya untuk mencari keuntungan belaka. Kami berharap mudah-mudahan semua fihak dapat duduk bersama sehingga persolan yang terjadi di Mulyorejo Baban Silosanen segera menemui jalan keluar. (eros)

Rudi B. Prakoso mengatakan...

Seharusnya para pejabat dan masyarakat turun ke lapangan. Lihat bagaimana gunung yang dulu hijau dengan hutan yang lebat, kini gersang, kering kerontang. Ingat peristiwa banjir bandang di Panti. Bencana itu terjadi karena hutan yang gundul. Baca dong National Geographic ( bukan promosi ), biar mengerti efek dari penggundulan hutan. Terima kasih