"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Rabu, 24 Juli 2013

Humas Pemkab Jember Dinilai Diskriminatif Kepada Wartawan

10 Wartawan Diberangkatkan ke Singapura, 1 Umroh Ke Mekah

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Acara sambung rasa dan buka puasa bersama yang digelar Humas Pemkab Jember Jawa Timur, Selasa (23/7) di Hotel Aston International Jember, menuai protes sejumlah wartawan karena dinilai diskriminatif.

Pasalnya yang diundang hanya sebagian kecil pimpinan media lokal, biro harian, dan mingguan. Hal ini sama saja humas telah membikin gap antar wartawan,” Demikian ungkap wartawan mingguan yang saat itu tak mendapat undangan, Marjuni, salah satu wartawan koran mingguan investigasi yang juga anggota PWI usai ngeluruk kantor Humas Pemkab Jember Rabo (24/7).

Kekecewaan serupa disampaikan Kabiro media mingguan Baratha Pos, M Ali Mahrus. Menurut Ali Mahrus, untuk menentukan undangan, humas harus mempunyai standar. “Apakah medianya aktif terbit atau tidak,” tegas Ali Mahrus.

Menurut Ali Mahrus, keberadaan wartawan di Jember menjamur. Jumlahnya mencapai ratusan. “Untuk itu harus memilih media yang benar-benar aktif. Bukan seperti ini caranya, ada wartawan yang medianya tidak aktif diundang, sementara media yang aktif tidak undang,cetusnya.

Seharusnya, masih kata Ali Mahrus, Humas harus memverifikasi keberadaan media setiap tahunnya. Cara ini pernah dilakukan pimpinan sebelumnya, yaitu setiap media mingguan dan media bulanan menyaerahkan 6 atau 3 terbitan terakhir agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Salah seorang wartawan media online, Udik, sempat hadir di buka puasa bersama. Namun ia tidak jadi masuk ke ruangan buka bersama. Ia mengatakan banyak diantara wartawan mingguan yang tertahan di luar hotel.

“Ada juga kok wartawan yang tidak diundang bisa masuk, tapi saya tidak masuk, karena saya di-sms teman-teman bahwa yang tidak mendapat undangan tapi nekat masuk akan merasa malu, karena seperti tidak direken (dihargai, red). Jadi saya tidak masuk,” ujarnya.

Lain lagi dengan Buyung, salah satu wartawan mingguan. Meski dirinya diajak masuk oleh beberapa kapala dinas yang hadir, dirinya enggan masuk. Ia batal masuk karena ada sms dari temanya yang sudah terlanjur di dalam menyarankan agar tidak masuk.

“Saya rencananya masuk, tapi setelah ada sms dari teman-teman yang isinya mengatakan bahwa lebih baik tidak usah masuk malah nanti akan malu sendiri. Ya saya urungkan, meskipun ada kepala dinas yang mengajak saya masuk,” ujarnya.

Hal yang sama juga dirasakan wartawan Koran Mingguan terbitan Jakarta, Andik.  Ia bahkan menyarankan humas harus memahami kondisi wartawan di Jember. “Untuk acara buka puasa, alangkah baiknya Humas mengumpulkan data, seperti media-media mingguan itu harus mengumpulkan beberapa edisi ke humas, sehingga tahu aktif-tidaknya media itu,” katanya.

Andik menyebutkan ada pimpinan media yang terbitan terakhirnya sekira bulan Februari lalu. “Tapi mereka mendapat undangan. Ada juga media yang hanya muncul pada saat menjelang lebaran saja. Jadi Humas harus pinter dan selektif dalam mengundang,” ujarnya.

Pantauan MAJALAH-GEMPUR.Com, acara buka puasa di Hotel Aston International yang digelar Humas Jember hanya dihadiri beberapa pimpinan media cetak mingguan, biro wartawan harian, wartawan eletronik, dan beberapa wartawan online. Sementara beberapa wartawan mingguan lainnya tidak bisa ikut dalam acara tersebut karena tidak mendapat undangan.

Kabid Media Humas Pemkab Jember, Agung, mengatakan Kabag Humas Sandy Suwardi Hasan sedang berada di Surabaya. Agung membenarkan wartawan yang diundang hanya 40 orang. “Yaitu 10 wartawan TV, 10 wartawan harian, 10 wartawan radio, dan 10 wartawan mingguan. Namun banyak juga wartawan yang tidak mendapat undangan tetap masuk dan kami tidak melarangnya kok,” ujarnya.

Agung juga mengatakan ada intruksi dari Bupati Jember agar undangan dibagi secara merata. Alasannya, karena anggaran yang terbatas sehingga hanya 40 orang yang diundang. “Namun bagi yang tidak mendapat undangan saat berbuka puasa bersama, Humas juga mengagendakan. Seperti saat acara jalin kebersamaan antara Humas Pemkab Jember dengan wartawan mingguan di Rumah Makan Cempaka beberapa waktu yang lalu,” ujar Agung.

“Kami sudah berusaha memperlakukan teman-teman media secara merata dan sama. Bagi yang tidak diundang pada acara buka puasa bersama, mereka kami beri iklan. Tidak hanya itu, kami juga akan tetap mengadakan acara sambung rasa dengan jurnalis mingguan juga nantinya,” ujar Agung . (Edw)

Bupati Jember Berangkatkan 10 Wartawan ke Singapura, 1 Umroh
Acara buka puasa bersama yang digelar Humas Pemkab Jember di Hotel Aston International wajar jika menjadikan beberapa wartawan yang tidak diundang menggerutu. Sebab, ada pembagian voucher belanja dan tiket plesir ke Singapura. Juga ada hadiah umroh.

Pemberian hadiah itu langsung dilakukan oleh, Bupati Jember MZA Djalal yang hadir dalam buka puasa dengan kemasan sambung rasa itu.

Sebelas orang wartawan terpilih dalam pengundian usai acara yang digelar pada Selasa (23/7/2013) malam. Awalnya, Pemkab Jember hanya memberikan hadiah satu orang berangkat umrah. Namun, spontan, saat memberikan sambutan, Djalal menambah hadiah bagi 10 wartawan yang beruntung untuk berangkat ke Singapura.

Bahkan khusus untuk 10 wartawan yang ke Singapura, Djalal mengundi sendiri hadiah dalam sesi bagi-bagi doorprize itu. Beberapa wartawan yang beruntung diantaranya Totok (Harian Memo Timur), Rangga (Harian Radar Jember), Anam (Media Indonesia), Samsul Khoiri (TV One), Sunarto (TVRI), Erie (Lintas Jatim), Gangsar (SOROT), Suhaimik (VIP), Juliatmoko (Seputar Indonesia), Mulyadi (Titik0km.com). Sedangkan yang mendapat hadiah umroh seorang wartawan dari tabloid Global.

Djalal berharap wartawan yang mendapat hadiah berangkat ke Singapura itu tidak hanya mengerti seputar Jember saja, tapi bisa belajar banyak dari Singapura. "Biar tidak seperti katak dalam tempurung. Pulang dari sana, satu orang membawa satu investor biar Jember makin maju," ujar Djalal.

Djalal berharap wartawan di Jember tetap profesional. Ia juga berharap adanya masukan dan kritikan dari para wartawan. Hanya saja, Djalal berpesan agar wartawan bisa memilih kapan waktunya memberi kritik untuk kemajuan Jember. (tim)

Berita Terkait Politik dan Hukum

Tidak ada komentar: