"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Sunday, January 5, 2014

Oknum Olympindo Finance, Di Duga Tilep Duit Calon Nasabah

Oknum Petugas Olympindo Finance; Ikhwan Darmawan
Banyuwangi, MAJALAH-GEMPUR.Com. Nasib sial menimpa Had (48), warga Ds Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Uang tanda jadi untuk beli mobil kreditan, hangus. Pasalnya uang muka yang diharapkan dari Bank tidak jadi cair.


Uang tanda jadi yang telah dibayar sebesar Rp 4,5 juta dengan tanda bukti penerimaan kwitansi tertanggal 13 dan 18 Nopember 2013 lalu dan diterima oleh Ikhwan Darmawan, tanpa cap stempel resmi Olympindo Finance, tidak dikembalikan oleh Olympindo Finance tempat untuk kredit mobil.

Berdasarkan informasi bahwa Had, punya kawan baik bernama Mul, warga Desa Cemethuk, Kecamatan Cluring, seorang karyawan Olympindo Finance bagian pembantu penagihan. Karena Had, tidak memiliki uang muka pembayaran kredit mobil Grand Livina sebesar Rp 30 juta. Mul, mengaku bisa mengusahakan dari sebuah Bank dengan jaminan sertifikat. Maka Had-pun percaya dan berharap dengan bekal sertifikat itu pinjaman uang bisa segera cair.

Sembari menunggu proses pinjaman dari Bank cair, Had, sesuai arahan Mul, diminta mendaftar sebagai nasabah lembaga finance tempatnya bekerja. Namun karena tidak ada uang untuk membayar uang muka, lembaga finance itu meminta tanda jadi sebelum uang muka dibayarkan jika kelak sudah cair dari pengajuan di Bank.

Kedua belah pihak sepakat uang tanda jadi sebesar Rp 4,5 juta, jika sewaktu-waktu rencana kreditnya tidak jadi, uang bisa di ambil. Uang sebesar itu sebagian di ambil oleh pimpinannya Mul, yang bernama Ikhwan Darmawan, di rumahnya Ketapang. Sebagian lagi diserahkan bersama Mul, ke Olympindo Finance.

Setelah menunggu beberapa lama, petugas Bank sempat datang untuk melakukan survei. Hasilnya, pinjaman kredit ke Bank dengan agunan sertifikat itu tidak disetujui. Sehingga Had, pun tidak bisa membayar uang muka untuk kredit mobil di Olympindo Finance. Padahal ia sudah membayar uang tanda jadi senilai Rp 4,5 juta.

Oleh karena Bank tidak bisa memberikan pinjaman kepada Had, ia pun berusaha meminta kembali uang muka yang telah dibayarkan kepada Finance melalui Mul, temannya yang jadi perantara soal tersebut. Hingga sempat terjadi pertengkaran diantara keduanya. Sampai akhirnya Had, di ajak Mul, menemui pimpinannya yang bernama Ikhwan Darmawan, karena dia yang memberikan tanda bukti pembayaran DP untuk kredit mobil.

Mul, dengan Ikhwan Darmawan, yang ditemui Had, awalnya bersedia mengembalikan keuangan tersebut dengan dipotong Rp 1 juta. Bahkan Mul, langsung menyatakan siap membayar Rp 1,5 juta kepada Had, sedangkan Ikhwan menanggung yang Rp 2 juta. Namun ternyata, setelah hampir selesai persoalan tersebut, tiba-tiba Ikhwan yang di Olympindo, sebagai kepala penagihan, menyatakan penolakannya jika ia harus mengembalikan Rp 2 juta.

Menurut Had, sebenarnya saat ditemui diruangannya, sebelumnya Ikhwan berjanji akan mengembalikan uang sebesar 1 juta. “Saya mau ngembalikan Rp 1 juta saja. Itupun kalau saya sudah gajian,” kata Had menirukan Ikhwan Minggu (5/1).

Alasan Ikhwan, menolak mengembalikan uang, karena proses kredit menurutnya sudah dilakukan dan BPKB mobil Grand Livina juga sudah dikirim ke kantor Olympindo Banyuwangi, dari Jakarta. “Kalau memang mau minta pengembalian uang, ya besok kalau mobil Grand Livina-nya sudah laku dan dibeli oleh oang lain,” dalih Ikhwan kepada Had.

Hingga kini, Dadang, pimpinan Olympindo Finance Banyuwangi, yang berusaha ditemui wartawan dengan maksud hendak konfirmasi masalah tersebut, selalu dikatakan tidak ada di kantor. (Hakim Said).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: