"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, 8 May 2015

Tipu Aparat, Perusahaan Emas Di Wuluhan Ditutup

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Lahan yang rencananya dijadikan tempat pengolahan material penambangan emas di Dusun Gondosari, Desa Tamansari, Wuluhan, akhirnya ditutup sampai dengan batas waktu yang tak ditentukan.

Hal ini dilakukan Mapolsek setelah mendapat laporkan warga atas kegiatan mencurigakan dilahan bibir sungai bedadung. Perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan material emas, membangun sebuah tempat yang rencananya akan digunakan sebagai lokasi penyulingan material tanah untuk mendapatkan bijih emas.

Kepada Pemerintah Desa, perusahan tersebut mengaku akan membuat batu bata dari bahan limbah lumpur sisa-sisa pengolahan emas dari Kabupaten Banyuwangi. Jelas, alasan yang dinilai tak masuk akal itu memantik reaksi berbagai kalangan.

Mulai dari pemerintah Desa Tamansari hingga Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Wuluhan. Akhirnya Jum’at siang (8/5)  , Pemdes setempat bersama Muspika Wuluhan mendatangkan pemilik perusahaan yang diduga bodong tersebut.

Menempati Pendopo Desa Tamansari, beberapa orang dari perwakilan perusahaan yang mengaku dari PT Goldi Minera International tampak mengahidiri undangan pemdes setempat. Terlihat pula sejumlah undangan dari Muspika Wuluhan, yakni Camat Hadi Santoso, Kapolsek AKP Jumadi dan seorang Anggota DPRD Jember, Ardi Pujo Satrio Prabowo.

Dalam mediasi tersebut, awalnya pihak PT Goldi Minera International mengaku jika perusahaan tersebut akan mencetak batu bata yang berbahan material limbah tambang. Namun setelah dialog berjalan, akhirnya perusahaan itu mengakui jika jenis usahanya bukan produksi batu bata, melainkan penyulingan material tanah yang mengandung bijih emas.

Ironinya, perusahan yang tak jelas asal-usulnya ini mengklaim jika aktifitas perusahaannya tak akan mencemari lingkungan, “apa yang kami lakukan tidak akan merusak lingkungan, jika ada dampaknya dikemudian hari tutup saja perusahaan kami,” kata Agus, yang mengaku sebagai Pelaksana Produksi PT Goldi yang sekaligus menjadi geologis tambang batu bara.

Keberadaan perusahaan tersebut seolah menjawab hukum pasar, mengingat Kecamatan Wuluhan memiliki sebuah gunung di Desa Kesilir yang selama ini telah dieksploitasi secara illegal oleh sekelompok orang. Sejak empat tahun terakhir, gunung manggar yang berada di pangkuan perhutani itu dijarah habis-habisan kandungan emasnya oleh sekelompok orang yang tak bertanggung jawab.

Mediasipun menemui jalan buntu, sejumlah pihak dari perwakilan pemerintah menolak permintaan perusahaan tambang tersebut. Mereka menilai untuk perusahaan tambang belum ada dasar hukumnya di Kabupaten Jember. Tak hanya itu, profil perusahaan juga dianggap tak jelas, “ini PT nya tidak jelas, manajemennya juga tidak jelas. Coba kami diberi company profile perusahaan sebelum mengajukan ijin, biar kami pelajari lebih dahulu,” ujar Ardi, anggota DPRD Jember dari Partai Gerindra.

Perwakilan perusahaan pun mengalah. Untuk sementara kegiatan pembangunan usahanya dihentikan, “kami akan berhenti sementara waktu, sampai ada keputusan dari atasan kami,” kata Agus, perwakilan PT Goldi.

Tak puas dengan hasil mediasi, Memo mencoba menulusuri lokasi usaha PT Goldi. Ditemani Kades Tamansari, Sudarsono dan sejumlah awak media. Memo melihat kondisi didalam lahan yang sedianya dijadikan tempat penyulingan emas tersebut.

Berada dibibir sungai bedadung, tepatnya sekitar 500 meter sebelum jembatan alternatif yang menghubungkan Kecamatan Wuluhan dan Kecamatan Puger. Kondisi lahan tersebut masih setengah jadi, area dengan luas sekitar setengah hektar itu hanya diberi pagar bambu dengan beberapa peralatan listrik guna penerangan dan alat yang diduga sebagai penyuling material emas.

Disebelah kiri lahan, ada sebuah rumah warga yang hanya berjarak 2 meter. Namun betapa tekejut, saat Memo dan sejumlah awak media memasuki gudang yang biasanya digunakan sebagai pengeringan tembakau milik warga. Posisi gudang itu persis dibelakang lahan yang ditempati bangunan milik perusahan.

Betapa tekejutnya, saat mengetahui isi di dalam gudang tersebut. Banyak ditemukan tumpukan material yang diduga berisi bahan kimia jenis peroksida dan karbon, tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai sekitar 50 zak.

Tak hanya itu, puluhan alat gelondong berbentuk tabung juga ada di gudang. Ada dugaan, pihak perusahaan sengaja menyembunyikan alat dan bahan-bahan kimia tersebut untuk mengelabuhi petugas. Kini warga hanya bisa berharap, aparat pemerintah segera bertindak tegas dan mencegah terjadinya perusakan lingkungan. (ruz)

Berita Terkait Lingkungan

No comments: