"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, December 31, 2015

Tarif Dinaikan, Pelanggan Protes Telkom Speedy Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Seorang pelanggan PT Telkom Indonesia Jember, mengaku kecewa dengan layanan perusahaan milik negara tersebut. Pasalnya sejak dua bulan terahir, tagihan Speedynya dinaikan sepihak.

“Saya merasa tertipu dan menjadi korban manajemen Speedy. Karena tanpa persetujuan konsumen, pihak Telkom, merubah ke program baru” ujar Khoerush Sholeh, warga Jalan Wijaya Kusuma, ketika ditemui saat mengajukan kebereratan di kantor PT Telkom, Jalan Gajah Mada Jember Kamis (31/12),

Sejak beberapa tahun lalu. dia memasang speedy atas nama Soeseno, Namun pada dua bulan terahir, tagihannya naik dari Rp 217.000 menjadi Rp 292.166. “Modusnya, saya diklaim sejak bulan November beralih keprogram baru. Padahal saya tidak pernah merasa mengajukan ataupun menyetujui program tersebut,” katanya.

Awalnya, Khoerus membayar tagihan yang membengkak itu, sembari komplain ke layanan 147 yang menjadi pusat pengaduan konsumen. Namun ternyata, untuk tagihan bulan berikutnya, nilainya tidak turun. Sehingga dia mengirim surat keberatan kepada pimpinan PT Telkom di Jember.

“Saya melakukan protes keras melalui layanan 147 pada 19 Nopember lalu, dengan harapan agar Speedy mengembalikan ke program semula. Namun kenyataannya hingga Bulan Desember 2015 ini keberatan saya tidak digubris. Terus terang saya merasa kecewa dengan pelayanan Telkom Speedy dan merasa ditipu,” bebernya.

Khoerus mencurigai, jika modus seperti itu memang sengaja dilakukan oleh PT Telkom kepada pelanggan, agar meraih keuntungan yang besar. Bahkan tidak menutup kemungkinan, lanjut Khoerus, kejadian serupa juga menimpa kepada para pelanggan speedy lain di Jember bahkan mungkin di seluruh Indonesia.

Untuk itu pihaknya meminta managemen Telkom Indonesia segera turun tangan dan segera mengkroscek oknum yang telah melakukan tindakan sepihak ini,.  “Untuk itu saya meminta Manajemen Telkom Indonesia segera turun tangan dan menindak tegas pelakunya sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, manajemen PT Telkom Cabang Jember, enggan menemui wartawan yang berusaha mengkonfirmasi keluhan pelanggan tersebut. Hampir satu jam menunggu, namun sang pimpinan tak kunjung keluar untuk memberi keterangan ke awak media.

Tiba-tiba seorang Supervisor Customer Service bernama Ika Rini, menegur wartawan dengan nada tinggi. Disinilah ada insiden, saat dia menuding kedatangan jurnalis mengganggu aktifitas anak buahnya, meski saat itu kondisinya relative sepi pelanggan.

Bahkan, sejumlah wartawan yang hendak melakukan peliputan diminta untuk mengajukan surat jika ingin mengkonfirmasi persoalan tersebut ke Manajer Telkom Jember. “Harus ke pihak sekretariat dulu. Baru ke manajer,” ucapnya, dengan suara bergetar. (ruz)

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: