"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, January 18, 2016

Antisipasi Teroris, Imigrasi Jember Perketat Pemohon Paspor

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Antisipasi teroris, Imigrasi di wilayah Jember meningkatkan pengetatan pembuatan paspor khususnya kepada warga yang berdimisili di wilayah Tapal Jawa Timur.

Baik warga Negara Indonesia maupun asing “Kami memang mendapatan instruksi memperketat permohonan pengurusan passport. untuk mengantisipasi aliran radikalisme,”  Demikian disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Jember Rudiara Rahmad Kosasih, Senin (18/1) .

Secara formal akan memperketat penelitian berkas pengajuan dari pemohon, serta pengawasan informal ketika dilakukan proses wawancara. “Meski belum ada yang terindikasi terlibat jaringan terorisme, namun kantor Imigrasi kelas II Jember telah menerima sejumlah nama daftar hitam dari Dirjen Imigrasi untuk diwaspadai, ” jelasnya.

Rudiara juga mengatakan, untuk meningkatkan kewaspadaan, kantor Imigrasi Jember melakukan screanning terhadap seluruh calon pemilik paspor sekaligus melakukan pencocokan dan penelitian data sebagaimana diperoleh dari Dirjen Imigrasi.

“Memang ada data nama yang masuk pada kami, namun itu bersifat rahasia negara, sehingga tidak bisa untuk publik. Tapi yang jelas, untuk pemohon paspor dari Jember dan sekitarnya hingga saat ini masih belum ada yang terindikasi masuk jaringan teroris,” ujarnya.

Guna keperluan pendalaman proses screanning, pihaknya melakukan koordinasi lintas sektoral, dengan Kepolisian, Kodim 0824, Kantor Kementerian Agama, Kejaksaan, serta pemuka agama. “Secepatnya kami akan melakukan koordinasi lintas sektoral, agar kami mengetahui peta daerah yang perlu diwaspadai,” imbuhnya.

Selain itu, Rudiara juga mengaku telah mendapat surat resmi dari beberapa instansi terkait seperti kepolisian, Badan Intelejen Nasional (BIN) dalam penanggulangan teror serta yang  berisi sejumlah nama yang diindikasikan terlibat jaringan radikal.

“ika mereka mengajukan permohonan passport kantor imigrasi diminta segera berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat,” pungkasnya. Karena menyangkut keaman nasional, Rudiara tidak bersedia menyebutkan nama-nama yang masuk dalam daftar cekal lebih rinci. (midd)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: