"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, November 3, 2017

Tak Lunas, PT Pertani Banyuwangi Sekap Penyewa Ruko

Banyuwangi, MAJALAH-GEMPUR.Com. Diduga karena tak lunasi biaya sewa, PT Pertani Sempu Banyuwangi Jum'at (3/11/17) pagi Diduga sekap Penyewa Ruko Lamijan (55) dan 3 orang keluarganya.

Akibat  penyekapan oleh Perusahaan BUMN didalam Ruko yang terletak di depan Stasiun KA Kalisetail itu, satu keluarga tersebut kelabakan tidak bisa keluar dari Ruko, digembok dari luar, sehingga Lamijan menelpon salah satu tetangganya, untuk meminta pertolongan agar pintu Ruko tempatnya berjualan bakso dibukakan.

Sayangnya, Ruko tersebut digembok dari luar. Warga kebingungan, mau membuka secara paksa gembok tersebut takut dipersoalkan oleh PT Pertani. Untuk bisa menyelamatkan satu keluarga, harus memanggil aparat Polsek Sempu.

Sangat kebetulan, tak jauh dari Ruko, tempat tinggal, personel Polsek Sempu Aiptu Mustari. Lantas Lamijan menelpon Aiptu. Tidak lama berselang, datanglah Aiptu. Mustari,  rasa kemanusiannya langsung muncul dan meminta bantuan warga untuk mencari alat yang bisa memotong kunci (Gembok) pintu.

Aiptu Mustari langsung melaporkan kepada Kapolsek Sempu. “Siapa yang tidak miris mas, kalau melihat kejadian ini. Saya tidak memikirkan Ruko ini milik siapa atau masalahnya apa. Kalau sampai terjadi apa-apa bagaimana ?,” ungkap Mustari dengan nada agak emosi.

Lamijan dengan wajah agak pucat, keluar sambil menggendong cucunya yang duduk dikelas 2 SD. Pria paruh baya ini mengaku kalau dirinya masih belum bisa melunasi biaya sewanya. “Saya dipaksa melunasi biaya sebesar Rp. 10 juta, jika tidak mampu bayar, saya harus pindah dari Ruko ini,” ucapnya terbata-bata.

Menurut warga Blokagung, Desa Karangdoro, Tegalsari ini, sebelum pergantian pimpinan PT. Pertani, para penyewa Ruko disuruh mengangsur biaya sewa, dan rata-rata para penyewa tidak keberatan menanggungnya. Sangat berbeda dengan pimpinan yang baru ini.

“Ruko ini sekaligus untuk tempat tinggal saya. Selain untuk berjualan ya untuk usaha juga. Agar saya bisa memperpanjang Ruko ini, saya sudah ngasih uang DP sebesar Rp 2 juta,” paparnya seraya menunjukkan kwitansi tanda bukti dari PT Pertani.

Warga mengaku geram, seharusnya, bisa dibicarakan baik-baik. Sementara pimpinan Pertani Sempu, Dian Firstianto yang hendak dikonfirmasi sejumlah media terkait dugaan penyekapan tersebut, hingga berita ini ditayabgkan belum bisa dihubungi. (kim).

Berita Terkait Kriminal

No comments: