"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Sunday, 24 December 2017

Bersama TNI dan Ansor, Polres Jember Sterilisasi Gereja

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Sehari menjelang  perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, Kapolres Jember bersama TNI, Pemkab, GP Ansor dan Brimob Polda Jatim sterilisasi sejumlah gereja.

Tim Satuan Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Jatim melakukan sterilisasi di 6 tempat ibadah umat kristiani di seputaran kota. Demikian ungkap Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, usai melakukan sterilisasi di enam Gereja di seputaran kota Jember, Minggu (24/12/2017).

Strilisasi dimulai dari halaman hingga kedalam tempat peribadatan.  Sejumlah gereja yang diserilisasi yang berada diseputaran kota itu diantaranya Gereja GPIB Getsemani dan Eklesia di Jalan PB Sudirman, Gereja Santo Yusuf di Jalan Trunojoyo,  GKI di  Jl Sentot, GKT Jalan Cempaka Patrang.

"Kegiatan ini merupakan upaya Polres Jember untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan saat umat Kristiani merayakan Hari Raya Natal, disamping itu kegian ini dimaksudkan untuk memberikan rasa aman kepada warga saat merayakan hari raya Natal, " ujar Kapolres Jember. 

Menurut Kusworo, di Jember ada sebanyak 65 Gereja, dan sejumlah 14 Gereja diantaranya memiliki kapasitas di atas 350 jemaat. Untuk itu, demi mengamankan perayaan Natal tersebut,."Kita menempatkan 10 personel di setiap Gereja dan juga menyesuaikan kapasitas jemaat," terangnya.

Sejauh ini kepolisian menurutnya tidak menemukan benda-benda berbahaya dan mencurigakan. Namun jika ditemukan, Satuan Brimob akan bertindak cepat sesuai dengan Prosedur Operasional Standar yang dimiliki satuan elit kepolisian tersebut untuk menangani segala kemungkinan yang terjadi.

Setela­h dilakukan sterilisasi, sambung Kusworo, pihaknya akan menyerahkan kepada wilayah di tingkat Kepolisian Sektor untuk melakukan pengamanan sampai dengan kegiatan ibadah usai. "Kegiatan pengamanan ini kita lakukan hingga 2 Januari 2018, mendatang," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu  Kusworo mengingatkan kepada pengurus Gereja, usai stirilisasi  ini agar meneliti dan menyeleksi setiap jemaah yang hadir pada saat kebaktian. “Waspadai orang yang tidak dikenal masuk, apalagi membawa Rangsel dan bingkisan”, Jelasnya.

Menurut ketua GP  Ansor, Ayub Junaidi,  keterlibatnya dalam kegiatan ini sesuai intruksi kapolda yang memerintahkan seluruh Polres melibatkan ormas. “Kegiatan  ini bukan hanya mengamankan gereja saja,  tapi juga mengamankan Indonesia," ujar pria yang saat ini menjabat wakil ketua DPRD Jember fraksi PKB. 

Untuk mengamankan, Ansor Jember menerjunkan 400 Barisan Ansor Serba Guna (Banser),  200 personil untuk daerah perkotaan,  dan 200 personel disebar di wilayah, dan setiap  gereja kami tempatkan 3 sampai 4 personil yang langsung berada dibawah komando masing masing Polsek. 

"Jumlah anggota Banser di Jember yang dilibatkan untuk pengamanan perayaan Raya Natal 2017 dan pergantian tahun  2018 sekitar 400 orang,  di Jember sendiri ada 200 personil dan sisanya akan disebar di beberapa daerah di kecamatan," pungkasnya. 

Pendeta GPIB Getsemani, Darius Bhakti sangat mengapresiasi ikutnya Organisasi Kemasyarakatan, Ansor dan Banser dalam pengamanan perayaan Natal. “Hal Ini adalah bentuk  toleransi antar umat beragama, Karena itu kebersamaan, kami menyambut dengan suka cita.”, katanya. (Edy/eros).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: