"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Monday, 19 February 2018

Gubernur Jatim Minta ASN Yang Purna Tugas Tetap Bersyukur

Surabaya, MAJALAH-GEMPUR.Com. Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo meminta kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jatim yang sudah memasuki masa purna tugas untuk tetap bersyukur.

Penyampaian rasa syukur ini sangat penting, sebab diluar sana masih terdapat ASN yang telah memasuki masa pensiun, tapi perkaranya belum selesai.  Permintaan itu disampaikan Pakde Karwo, saat Pelepasan ASN Menjelang Purna Tugas di lingkungan Pemprov Jatim Tahun 2018 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (19/2/2018).

Salah satu alasannya, mereka bisa menjalani purna tugas dalam keadaan sejahtera dan baik atau khusnul khotimah.   “Marilah kita bersyukur kepada Tuhan, ini adalah hari-hari yang penuh nikmat, karena seluruh ASN berjumlah 250 orang yang hadir disini bisa pensiun dengan khusnul khotimah.” katanya.

Berkesempatan menjadi ASN merupakan sebuah kebanggaan tersendiri, bukan hanya sekedar dapat menghidupi diri sendiri, isteri, anak, bahkan keponakan, tetapi juga kebanggaan akan pekerjaan ini. Pakde Karwo lantas bercerita tentang pengalaman pribadinya saat memulai karier sebagai ASN, pada tahun 1978 lalu.

Saat itu, seusai lulus kuliah, Gubernur kelahiran Madiun ini berhasil lulus tes penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada bulan Juni 1978. “Seharusnya saya mulai bekerja pada Januari 1979, namun karena SK-nya keliru, saya baru mulai bekerja pada Desember 1979. Jadi saya harus menanti selama setahun” lanjutnya.

Dalam masa penantian itu, Pakde Karwo juga mengikuti tes dan berhasil diterima di salah satu Bank BUMN, yakni pada November 1978. Bank tersebut memberi gaji Rp. 125 ribu, sebuah nominal yang tinggi saat itu. Namun pada Januari 1979, Pakde Karwo menetapkan pilihan untuk bekerja di Pemprov dengan gaji Rp. 26,9 ribu.

Jika dilogika, gaji Rp. 125 ribu jauh lebih besar dari Rp. 26,9 ribu, sementara biaya kos saat itu Rp. 10 ribu. Namun suami dari Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo ini tetap mantap memilih berkarier sebagai abdi negara. “Selain karena cita-cita orang tua, juga karena kebanggaannya,” ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.

Minta Sekdaprov Bentuk Kelompok untuk Pensiunan ASN
Pakde juga minta Sekdaprov, Dr. H. Akhmad Sukardi  membentuk kelompok pensiunan ASN. Kelompok ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi, dan sebagai wadah bagi para pensiunan untuk saling berkomunikasi dan bersosialisasi, tetapi selanjutnya juga dapat menjadi sebuah koperasi.

Dicontohkan, salah satu kelompok pensiunan yang dapat dijadikan pilot project adalah Ikatan Mantan Pegawai Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jatim (Intan Sejati). Saat ini, sudah memasuki usia ke-30 tahun dan telah memberikan banyak manfaat, diantaranya, memberikan pinjaman dengan bunga nol persen.

“Potensi para purna tugas ini luar biasa, sebab mereka masih bisa produktif. Dengan adanya kelompok atau koperasi pensiunan, bisa memberi manfaat lain. Bila ada yang sakit bisa saling menjenguk, jika ada yang meninggal bisa member santunan, memberi pinjaman kepada para purna tugas yang ingin berwirausaha,” katanya.

2.202 ASN Pemprov Jatim Purna Tugas Tahun 2018
Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Prov. Jatim, Siswo Heru Toto, ada 2.202 ASN yang masa purna tugas tahun 2018 ini. Sedangkan yang dilepas sebanyak 250 ASN, terdiri dari 168 ASN laki-laki dan 82 ASN wanita. Jumlah eselon II sebanyak 3 orang, eselon III sebanyak 20 orang dan eselon IV sebanyak 13 orang.

“Selain itu, untuk tenaga guru, yang hari ini ikut seremonial hari ini sebanyak 30 orang dari total 751 orang yang pensiun tahun ini. Sisanya sebanyak 1.000 orang adalah pelaksana, sedangkan pelaksana yang ikut pelepasan hari ini sebanyak 184 orang” pungkasnya.  (humasjatim:adit).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: