"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Saturday, 25 August 2018

Dorong Kopi Robusta Jadi Icon Jember, PDP Kahyangan Gelar Lomba Barista

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dorong Kopi Rubusta Jadi Icon Jember, PDP Kahyangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Sabtu (25/8/2018) gelar lomba Barista di halaman Kantor setempat.

Lomba ini digelar lantaran Perusahaan milik Pemkab  ini tidak hanya menanam kopi, tetapi juga menjadi produksen sekaligus sebagai penjual kopi. Demikian disampaikan Direktur Utama (Dirut) PDP Kahyangan Jember, Hariyanto, usai menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba.

Untuk itu, mantan Kepala Disperidag Jember ini mengajak para Barista membuat even di peringatan HUT RI ke 73 ini agar dilombakan masing-masing kebun atau bagian untuk berkompetisi menyeduh kopi atau istilah kerennya Barista. “Jadi sangat disayangkan jika kita tidak punya penyeduh kopi yang hebat”, katanya.

“Ini masih awal, nanti akan dikembangkan sampai tingkat masyarakat, “Lomba ini tidak sekedar diikuti karyawan saja, tetapi bisa keluarga maupun tetangganya di kebun itu, dengan medapat  pengetahuan kopi, kita berharap akan bergerak dengan sendirinya sehingga bisa membuka lapangan kerja”, lanjutnya.

Dari  12 peserta, masing-masing peserta terdiri dari lima kebun, enam bagian, dan satu dari direksi  sebagai penggembira saja, untuk memotivasi. Lima Kebun itu yaotu Kalimrawan, Sumberwadung, Silo, Sumber Pasang, Sumber Tenggulun, Tanggul dan Sumberpandan, Sumberbaru.

Untuk para pemenang lomba akan  kita bina dan ikutkan ke even-even lain baik yang digelar PDP mapun even di Jember maupun di luar Jember. “Sambil kita promosikan Kopi Robusta, produk PDP Kahyangan, kita buat kompetisi  yang sifatnya membangun, kita dorng kopi Robusta ini menjadi iconnya Jember”. Lanjutnya.

Pasalnya perkembangan kopi di Jember trennya naik, bahkan hingga ke desa-desa. “Karena yang saya lihat, perkembangan kafe di Jember sekarang ini sudah sampai ke tingkat desa, untuk itu bagi karyawan yang sudah membuka warung kopi, akan kita tingkatkan menjadi kafe, trennya kita naikkan”, katanya.

Bahkan, Ia meminta, setiap kebun harus ada kafe Corner, kalau ada tamu, yang nyeduh harus orang setempat, paling tidak Adm, “Karena kalau mempromosikan, kita tidak tahu caranya, omong kosong, jadi inilah yang saya tanamkan, seperti slogannya Bupati Jember, bahwa minum kopi itu harus sampai hati”, pungkasnya.

Untuk penilaian menurut salah-satu juri  adalah aspek standar operating prosedur, jadi cara pembuatan, terus teknis pembuatan kopi, termasuk wokfelnya, pembuatan dari kopi menjadi bubuk, dioleh hingga  menjadi minuman, setelah itu ada servingnya, yang dinilai kerapian, tatanan minuman itu sendiri.

Secara teknis, itu sudah baik semua, sama-dengan kafe-kafe lain, mungkin dari segi serving (hospitality), “mungkin karena pelatihannya yang sangat mendadak, jadi nggak sempat reserving, kalau kedai itu surving (hospitality) atau keramahtamahan itu sangat perngaruh  terhadap pelanggan,

Masing-masing dari perwakilan perkebunan, maupun debisi di PDP itu akhirnya, terbuka wawasannya terdadap iklim industry kopi, “Jadi yang semula mereka, bikin kopi itu biasa-biasa saja, sekarang ada metodenya sendiri, ada uji cirarasanya sendiri, yang seru disitu”, jelasnya.

Untuk itu nanti akan dilakukan pelatihan khusus, memang konsenya disitu, menurutnya  Sumberdaya Manusiannya (SDM) harus ditingkatkan  minimal bisa menyeduh secara baik, sehingga kopi PDP Kahyangan bisa diseduh secara representative pungkas Panji Laras Gumilang, dari Makro Cofe.

Untuk para pemenang lomba even ini  adalah juara tiga diraih oleh stand Satuan Pengawas Internal (SPI), untuk juara dua adalah Kebun Sumber Pandan dan juara satu Kali Mrawan, juara terkreatif dan juara umum diraih kebung Sumber Pandan, dan penghargaaan khusus untuk kebun Kali Mrawan.  (eros).

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: