"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Saturday, 25 August 2018

Tewasnya Penghuni Lapas Jember Diduga Korban Penganiayaan

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Tewasnya penghuni lapas kelas II Jember Jawa Timur, Jumat (24/8/2018) pagi diduga menjadi korban kekerasan, pasalnya terdapat luka lebam ditubuhnya dan jeratan dilehernya.

Peristiwa itu terjadi saat pergantian shif jaga pukul 06.15, “Saat itu petugas dapat kabar tewasnya seorang warga binaan, dengan luka-luka lebam pada bagian dada dan perut serta jeratan di leher." Jelas Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember Sarju Wibowo, Sabtu (25/8/2018) siang.

Kemudian dilaporkan pada Polres Jember, kemudian polisi membawa korban yang menempati di blok B II A /18 bersama 73 Orang ini ke RS Soebandi untuk dilakukan Otopsi. Untuk menggali dan mengungkap tewasnya korban pihak Polres juga melakukan pemeriksaan terhadap 47 narapidana yang satu kamar.

Hasil pemeriksaan sementara terhadap koban Rahmad Andika alias Mat Tawon (40), bahwa kematiannya diduga dikarenakan adanya kekerasan sebelum meninggal.”Hingga saat ini empat belas tahanan narapidana masih menjalani pemeriksaan Oleh anggota sat Reskrim Polres Jember." Jelasnya.

Lebih lanjut Kalapas menjelaskan bahwa korban yang diketahui warga Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari merupakan seorang narapidana yang menjalani vonis hakim Pengadilan Negri Jember dalam dua kasus pasal 335 dan 406 KUHP selama 16 bulan dan sudah menjalani 8 bulan.

Kalapas, mengelak beredarnya kabar koban luka tusuk. “Hanya luka lebam dan cekikan di leher, dan pada malam kejadian sama sekali tidak ada tanda-tanda keributan dari kamar. "Nanti pihak Polres yang menjelaskan hasil otopsi dari dokter RS dr Soebandi,  jadi nanti silahkan tanya ke bapak Kapolres." Pungkasnya.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo juga membantah korban meninggal akibat kerusuhan. “Kami sedang mendalami kasus ini dan optimis bisa mengungkap dalam peristiwa ini secepatnya. "Kami meminta waktu untuk mengungkap motif dan menetapkan tersangkanya." Katanya.

Kejadian ini diketahui setelah piket reskrim menerima informasi dari petugas lapas. “Untuk memastikan penyebab kematian korban dan siapa pelakunya, Jumat siang Sat Reskrim Polres Jember membawa 70 Orang Napi ke Mapolres Untuk dimintai keterangan," ungkapnya.

Korban terpidana kasus pencopetan dalam bus, yang kerap beroperasi di terminal tawang alun hingga Rambipuji, Terakhir korban ditangkap unit Reskrim, polsek Rambipuji, setelah mencuri dompet berisi uang senilai 6 juta rupiah lebih milik Dewi Farida, mahasiswi Akper dr Subandi asal probolinggo (17/8/2016) lalu.

Sebelumnya, Muhamad Riyadi, ayah korban yang divonis 16 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Jember atas kasus tersebut saat ditemui sejumlah media ini di kamar mayat RSD dr Soebandi Jember, Jumat (24/8/2018) mempertanyaan kematian anaknya tersebut.

Ia mengatakan bahwa dirinya mengetahui kematian anaknya tersebut setelah pihak keluarga dihubungi oleh pihak Lapas kelas 2A Jember, usai mendapatkan kabar dari pihak kepolisian dan lapas tersebut, Riyadi sempat menanyakan penyebab kematian korban. 

“Kami dikabari tadi pagi melalui telepon, anak saya meninggal dengan luka lebam didada dan luka tusukan, saat saya tanya penyebab, apa anak saya sakit? Kata petugas ada luka lebam dan tusukan di bagian lambung, Koq bisa dijinkan pisau ada di dalam sel? Sehingga anak saya tewas ditusuk pisau,” keluhnya.

Kabar kematian Dita ini juga mengejutkan istrinya, pasalnya Evi istri korban sempat ditelpon korban kemarin lusa melalui telepon umum,  saat itu terdengar baik-baik saja dan ceria.  "Kami keluarga terakhir ketemu Riyadi hari raya idul adha, Sehat-sehat saja, kok”  cerita Riyadi.

Pihak keluarga sendiri mengakui, sejauh ini belum mendapatkan informasi jika di Lapas, korban mengalami masalah dengan napi lainnya. “Mendapatkan kabar ini sangat mengagetkan keluarga saya mas, Nggak ada, tidak pernah ada itu. Kalau ada masalah pasti cerita ke adiknya,” jelasnya (edw/yond).

Berita Terkait Kriminal

No comments: