"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Saturday, 18 August 2018

Situs Beteng Peninggalan Majapahit dan Buah Jeruk Jadi Kebanggaan Warga Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Keberadaan Situs beteng peninggalan kerajaan Majapait dan Buah jeruk, menjadi kebanggaan warga Desa Sidomekar kecataman semboro kabupaten Jember Jawa Timur.

Untuk mengenalkan potensi dan peninggalan sejarah ini, kepala Desa Sidomekar Kecamatan Semboro ini menampilkan dua Icon ini saat karnaval peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73, tahun 2018 di selenggarakan oleh Kecamatan Semboro.

Tampak replika Gapura Majapahit “Beteng” terbuat dari tumpukan jeruk diusung oleh sejumlah peserta karnaval dari desa tersebut. Penampilan potensi desa ini  bertujuan untuk mengenalkan  produk unggulan desa serta mengenalkan destinasi wisata Situs Beteng kepada khalayak umum.

"Kami sengaja memperkenalkan produk unggulan Desa Sidomekar ini berupa jeruk, dan situs beteng sebagai destwisata sejarah agar menjadi  sebagai brand " denikian disampaikan Kepala Desa  Sidomekar Ir  Sugeng Prayitno, kepada sejumlah awak media Sabtu (18/8/2018).

Menurutnya niatan tersebut haruslah diawali dengan simbol, seperti yang dilakukan para pendahulu pada masa zaman keemasan kerajaan-kerajaan yang mengusai  Nusantara. Kala itu, setiap perjalanan para Raja, selalu meninggalkan simbol berupa bangunan seperti candi ataupun gapuro bahkan istana.

Situs Beteng adalah sebuah situs yang dipercaya sebagai peninggalan kerajaan Majapahit abad ke 14, Pohon beringin yang berusia puluhan tahun itu membuat suasana situs terlihat seperti pada zamannya.  " Situs yang diperkirakan berusia ratusan tahun tersebut sering dikunjungi masyarakat," terangnya.

Untuk itu Sugeng berharap keberadaan Situs Beteng tersebut tidak hanya sekedar menjadi wisata, tetapi mereka yang datang mampu mengenal sejarah. “Kami berharap keberadaan situs ini tidak hanya sekedar destinasi wisata religi saja, melainkan mampu menjadi wisata edukasi sejarah,” harapnya. (yond).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: