"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Sunday, 30 September 2018

Kemensos Fokus Bantu Kebutuhan Tempat dan Makanan Untuk Korban Tsunami

Jakarta, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kemensos fokus memobilisasi Dapur Umum Lapangan (Dumlap) dan tempat perlindungan sementara (shelter) untuk para korban gempa - tsunami Palu dan Donggala, Sulawesi.

“Kami telah memberangkatkan 6 Dapur Umum Lapangan di Gorontalo, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan dan akan ditambah lagi menyesuaikan kebutuhan di lapangan,” Demikian dijelaska Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita saat di Palu, Minggu, (30/9/2018).

Menrutunya satu unit dapur umum dapat memasak 2.000 nasi bungkus. Dalam sehari hingga tiga kali memasak. Hal ini artinya dalam satu hari satu dapur umum menghasilkan 6 ribu nasi bungkus.  “Jika ada 6 dumlap, harapannya bisa melayani hingga 36 ribu nasi bungkus per hari,” katanya.

Tim Kemensos bersama Tagana Gorontalo telah tiba di Palu. Tugas tim ini adalah untuk melakukan pemetaan titik dapur umum dan pendirian shelter, berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat, BNPB dan berbagai lembaga pegiat kemanusiaan yang tergabung dalan Klaster Nasional Pengungsian dan Perlindungan.

Kemensos, juga menyiapkan 3.000 sembako yang dibeli di Makassar.“Membangun tenda serbaguna untuk RS darurat, membagikan velbed pasien di halaman RS, dapur umum di depan rumah Gubernur, menetapkan Pusdalop Sosial di Kantor Dinsos  Provinsi, Inshaa allah hari ini disiapkan tenda serba guna untuk posko induk sosial,” tambahnya.

Upaya itu, , merupakan tugas dan kewajiban Kemensos dalam masa tanggap darurat bencana. Yakni mencakup aktivasi Sistem Penanggulangan Bencana Bidang Perlindungan Sosial, Pengerahan SDM Tagana dan relawan sosial, aktivasi Kampung Siaga Bencana (KSB) dan SDM yang ada dalam lingkup Kemensos.

Seperti Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sakti Peksos, dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).  “Serta pemberian bantuan pemenuhan kebutuhan dasar dan pelayanan sosial lainnya, advokasi dan layanan dukungan psikososial,” tambah Menteri.

Sementara itu Menteri Sosial tampak menggendong balita berjenis kelamin laki-laki saat berada di Mapolda Sulteng. Balita tersebut ditemukan di dalam parit dalam kondisi luka-luka pada kaki dan wajah.  “Kedua orang tuanya belum ditemukan,” ujar Menteri sambil mendekap balita di dadanya.

Anak itu tampak memejamkan mata sambil mengalungkan tangannya di leher dan pundak sang Menteri. Menurut Agus, anak-anak adalah satu dari empat kelompok rentan yang harus mendapatkan perlindungan sesaat setelah terjadinya bencana. Tiga lainnya adalah perempuan hamil, penyandang disabilitas, dan lansia.

Menteri Agus bertolak menuju Palu pada Sabtu pagi (29/9) dari Bandara Halim Perdana Kusumah Jakarta bersama Menko Polhukam, Menkominfo, Menhub dan Panglima TNI menggunakan Pesawat Boeing milik TNI AU A-7308. Turut mendampingi Menteri Sosial adalah Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat.

Tiba di Palu, rombongan menuju ke Mapolda Sulawesi Tengah dan menggelar rapat koordinasi awal dengan Kapolda Sulawesi Tengah beserta jajaran. Dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Menteri Dalam Negeri dan BNPBD Sulawesi Tengah yang digelar di tenda.

Mensos kemudian kembali ke bandara dan melakukan observasi via helikopter bersama rombongan. Hari Minggu, Mensos kembali ke Palu untuk terus memantau perkembangan penanganan bencana. Mensos didampingi Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat.

Dirjen Harry Hikmat merinci kini Kemensos telah mengerahkan 779 personel Tagana dari Sulteng, Gorontalo, Sulsel. Jumlah sementara Tagana dari luar Sulteng 139 orang dan akan bertambah dari Jatim dan DKI.  "Tagana PKH dan Pendamping di daerah sekitar juga  sudah digerakkan," pungkasnya. (hms Kemensos/eros).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: