"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Monday, 15 October 2018

Menpan RB Siapkan Pemuda Untuk Menghadapi Tantangan Global

Jakarta, MAJALAH-GEMPUR.Com. Rekrutmen CPNS untuk mencari aparatur negara berkualitas dan regenerasi kepemimpinan memiliki peran penting menghadapi tantangan di era globalisasi.

Pasalnya tantangan kebangsaan kedepan semakin kompleks. Demikian kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin, dihadapan Irwasum Polri Komjen Putut Bayu Seno, Kalemdiklat Polri Komjen Unggung Cahyono, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, dan para Perwira Tinggi Polri saat Seminar Sespimti Polri, di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Senin (15/10/2018)

Menurutnya mempersiapkan regenerasi kepemimpinan dari yang tua kepada yang muda, bukanlah suatu hal yang mudah, pasalnya Kualitas Suber Daya Manusia (SDM) ditentukan sejak proses rekrutmen. “Rekrutmen sebagai bagian awal dalam manajemen SDM pada lingkup internal, “ imbuhnya.

SDM merupakan sumber daya terpenting bagi sebuah bangsa yang menjadi garda terdepan dalam proses perjuangan, pembaruan, dan pembangunan bangsa. “Poin utamanya, mempersiapkan generasi muda untuk menggantikan generasi tua, yakni generasi yang adaptif dan siap menghadapi tantangan tugas di masa mendatang,” ujarnya

Bukan hanya di lingkungan ASN, tetapi generasi kepemimpinan di tubuh Polri juga harus siap menghadapi tantangan kebangsaan. Hal itu mengingat dinamika yang berkelanjutan tidak akan pernah berhenti, sehingga menuntut Polri untuk tetap konsisten hadir memberikan keamanan bagi masyarakat.

Dijelaskan, instansi pemerintah saat ini dipimpin oleh generasi Baby Boomer yang lahir pada tahun 1946-1964, dan generasi X yang lahir sekitar pada 1965-1980. “Nantinya, tongkat kepemimpinan akan diestafetkan kepada generasi Y yang lahir sekitar tahun 1981-1993,” imbuh Syafruddin.

Mantan Wakapolri ini berharap kepada generasi penerus Polri yang nantinya menjadi pemimpin bangsa dapat menjalankan democratic policing secara konsisten dan berkesinambungan, dari level atas hingga jajaran pelaksana tugas di lapangan melalui langkah-langkah transformasi ke dalam maupun ke luar institusi.

“Bangunlah kemampuan generasi bangsa yang tangguh, menjawab tantangan dan dinamika kebangsaan, Bangun sinergi kemitraan yang kuat dengan seluruh kementerian/lembaga dan masyarakat untuk memperpanjang dan memperluas jangkauan pelayanan keamanan, dan prefesionalisme,” tegasnya.

Seperti diketahui, tahun ini pemerintah telah mengumumkan peerimaan CPNS untuk 238.015 formasi, yang terdiri atas 51.271 formasi di instansi Pemerintah Pusat  (76 K/L) dan 186.744 formasi untuk instansi Pemerintah Daerah (525 Pemda).  Banyaknya formasi yang dibuka ini, difokuskan pada tenaga kependidikan, kesehatan, serta tenaga teknis yang sesuai dengan kebutuhan.

Menteri menambahkan, sebagai bentuk komitmen untuk menyelenggarakan rekrutmen CPNS yang bersih, beberapa waktu lalu Kementerian PANRB menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Kepegawaian Negara, Kemendikbud, dan Polri. Ia juga mengapresiasi rekrutmen Polri yang tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. "Untuk itu saya akan adopsi sistem rekrutmen Polri," ucapnya.

Dikatakan, rekrutmen yang bersih akan menghasilkan kader bangsa yang siap menghadapi tantangan global. Tak hanya itu, di era digital ini, para abdi negara juga harus bisa memberikan pelayanan yang cepat kepada masyarakat. Dengan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau e-government, pelayanan publik diharapkan dapat lebih efisien dan tidak berbelit. "Pelayanan sekarang butuh cepat," tegasnya.

Menteri juga menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Polri yang semakin banyak meningkatkan pelayanannya, terlihat dari capaian Zona Integritas, pembentukan mal pelayanan publik, memperlihatkan peran Polri, serta penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018.  (don/hms Panrb/eros).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: