"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Monday, 3 December 2018

Seratus Babinsa Kodim Jember Ikuti Latnister Untuk Antisipasi Radikalisme

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Antisipasi Paham Radikal didaerah, seratus personil Babinsa Kodim 0824 / Jember yang berasal dari 31 Kecamatan mengikuti Pelatihan Tehnis Teritorial (Latnister) selama 6 hari.

Pelatihan dibuka langsung oleh Komandan Kodim 0824 Jember yang sekaligus sebagai Komandan Latihan yang ditunju oleh Danrem 083/Bdj, dan Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo selaku Pimpinan Umum Latihan, Mayor Inf M Tohir selaku Wadan Latihan.

Staf latihan Mayor Inf Achmad Muzaini, Mayor Inf Hendra Santiko Aji, Mayor Inf Hairil Achmad, Mayor Inf Albertus Mariano, Mayor Inf Prasetya HK serta Letda Inf Rochmat. Dan Tim Asistensi Tehnis (Asnis) diantaranya Ketua Tim Asnis Brigjen TNI Joko Warsito, Letkol Inf Yusuf Tandi (Anggota) dan mayor Inf Yoga P (Anggota).

Menurut Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Arif Munawar bahwa  kegiatan Pelatihan Tehnis Teritorial (Latnister) ini merupakan pilot projek Latnister yang mengembangkan materi-materi yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini.

Dalam Sambutan tertulis Danrem 083/Bdj selaku Pimpinan Umum  Latihan Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo yang dibacakan Dandim Letkol Inf Arif menyampaikan, bahwa Latnister ini bertema “Melaksanakan Tugas Bantuan Kepada Pemerintah Daerah Dalam Rangka Pencegahan Faham Radikal Diwilayah”. 

Hal tersebut  hakekatnya merupakan upaya Komando pusat dalam memberikan pembekalan pengetahuan dibidang teritorial, guna menambah wawasan dan pengetahuan serta kemampuan anggota. Sehingga lebih peka dalam menyikapi situasi dan kondisi wilayah”, jelasnya Senin (3/12/2018).

Lebih lanjut Ketua Tim ASNIS Brigjen TNI Joko Warsito, didampingi, Kolonel Inf Suryadi Tayo menegaskan bahwa perkembangan situasi nasional, global dan internasional akhir-akhir ini telah membawa dampak dan pengaruh terhadap meningkatnya faham radikal baik radikal kanan maupun radikal kiri.

"Hal tersebut tentunya banyak dipengaruhi oleh keberagaman bangsa Indonesia, serta perkembangan tehnologi digital yang memudahkan akses internet dalam mengakses informasi dan berita berbagai hal oleh masing-masing individu." tandas Joko Warsito

Dengan demikian maka aparat komando kewilayah dituntut untuk mampu melakukan tindakan preventif atau pencegahan berkembangnya faham radikal didaerah, diharapkan mampu menularkan pengetahuan yang sudah diperoleh di Latnister yang menjadi Pilot Projek Latnister TA 2018 Tingkat Kodam V/Brw.

"Anggota tidak mudah untuk memyebarkan berita-berita yang tidak jelas Sumber nya, yang diharapkan sebalik nya bisa mendeteksi dini penyebaran berita hoax, yang berfaham radikal garis keras." pungkas Ketua Tim ASNIS Brigjen TNI Joko Warsito. (edw).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: