"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Wednesday, 24 April 2019

Generasi Milenial di Tengah Dinamika Sosial dan Politik

Oleh: Akhmad Rudi Masrukhin, M.Pd
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Nyaris saya temukan 5 model acara, baik yang saat itu kebetulan saya ditunjuk jadi narasumbernya maupun dari postingan-postingan medsos bertema generasi Milenial.

Secara etimologi (berdasarkan KBBI) kata milenial atau milenium adalah 1. Masa atau jangka waktu 1000 tahun. 2. Peringatan atau perayaan 1000 tahun. Sebagaimana dikutip dari artikel tirto.id yang ditulis Aulia Adam bahwa gambaran singkat, Generasi Milenial, yang juga punya nama lain Generasi Y, adalah kelompok manusia yang lahir di atas tahun 1980-an hingga 1997.

Mereka disebut milenial karena satu-satunya generasi yang pernah melewati milenium kedua sejak teori generasi ini diembuskan pertama kali oleh Karl Mannheim pada 1923.

Dalam esai berjudul "The Problem of Generation," sosiolog Mannheim mengenalkan teorinya tentang generasi. Menurutnya, manusia-manusia di dunia ini akan saling memengaruhi dan membentuk karakter yang sama karena melewati masa sosio-sejarah yang sama. Maksudnya, manusia-manusia zaman Perang Dunia II dan manusia pasca-PD II pasti memiliki karakter yang berbeda, meski saling memengaruhi.

Berdasarkan teori itu, para sosiolog—yang bias Amerika Serikat—membagi manusia menjadi sejumlah generasi: Generasi Era Depresi, Generasi Perang Dunia II, Generasi Pasca-PD II, Generasi Baby Boomer I, Generasi Baby Boomer II, Generasi X, Generasi Y alias Milenial, lalu Generasi Z.

Pembagian ini biasanya berdasarkan rentang tahun kelahiran. Namun, rentang tahun didefinisikan berbeda-beda menurut sejumlah pakar, tapi tak terlalu jauh.

Pada 2012, ketika jurnalis Bruce Horovitz mengenalkan Generasi Z, rentang umur yang digunakan masih belum jelas. Tapi istilah itu mulai sering dipakai usai presentasi dari agen pemasaran Sparks and Honey viral pada 2014. Di sana, rentang umur yang dipakai mendeskripsikan Generasi Z adalah anak-anak yang lahir 1995 hingga 2014.

Badan statistik Kanada menghitung Generasi Z mulai dari anak-anak yang lahir pada 1993 sampai 2011. McCrindle Research Centre di Australia menyebut Generasi Z sebagai orang-orang yang lahir pada 1995 sampai 2009. MTV lain lagi: mendefinisikan generasi itu sebagai orang-orang yang lahir selepas Desember 2000.

Terlepas perbedaan tahun tersebut, mereka semua sepakat kalau Generasi Z adalah orang-orang yang lahir di generasi internet—generasi yang sudah menikmati keajaiban teknologi usai kelahiran internet.

Bagaimana Generasi Z di Indonesia?
Internet hadir di Indonesia pada 1990. Baru pada 1994, Indonet hadir sebagai Penyelenggara Jasa Internet komersial perdana di negeri ini. Jadi, mari kita anggap Generasi Z Indonesia adalah mereka yang lahir pada pertengahan 1990-an sampai medio 2000-an.

Jika Generasi Z pertama adalah mereka yang lahir pada 1995, artinya orang yang paling tua dari Generasi Z Indonesia sudah berumur 21 tahun: mereka sudah beranjak dewasa, sudah ikut pemilu, mencari atau sudah punya pekerjaan, dan hal-hal lain yang bisa memengaruhi ekonomi, politik, dan kehidupan sosial dunia kini.

Nah, setidakanya era yang dianggap spesial dan sakral ini, tidak dijadikan sebuah kesempatan untuk digiring pada kepentingan yang kurang substantif, seperti pemanfaatan politis elektoral, propaganda budaya & gaya hidup western, dan pendidikan yang di luar konteks budaya Nusantara, meninggalkan adat ketimuran, hingga jatuhlah predikat sebagai generasi micin.

Mari berkarya untuk bangsa Indonesia
#Merdeka


Penulis: Dosen INAIFAS Kencong dan anggota Panwaslu Kecamatan Gumukmas Jember
 

Berita Terkait Opini

No comments: