"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Wednesday, 24 April 2019

Meninggal 2018 Lalu, Caleg PKB Jatim Asal Jember Ini Dapat Suara Terbanyak

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Meski sudah meninggal 21 Nofember 2018 lalu, Almarhum Miftahul Ulum, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Jawa Timur asal Jember ini masih Mendulang suara signifikan.

Bahkan Calon Legeslatif (Caleg) anggota DPRD Provinsi Jawa Timur yang berangkat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nomor  urut 1 Daerah pemilihan (Dapil) V (Jember –Lumajang) ini diprediksi mendapatkan suara terbanyak dibandingkan dengan Caleg Lain separtainya.

Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Jember  masih mendulang suara yang sangat signifikan di setiap TPS yang ada di Kabupaten Jember pada pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu)  2019 yang digelar pada tanggal 17 April Lalu.

“Perolehan suara Cak Ulum ini, pada setiap TPS, selalu tinggi, setiap TPS rata-rata 100 suara, bahkan ada yang lebih 200 suara, Saya tidak heran, mengapa suaranya tinggi, padahal  beliau telah tiada," ujar salah seorang saksi PKB Kecamatan Ledokombo, Muhammad Lefan, Rabu (24/4/2019)

Tingginya perolehan suara itu dimungkin karena ketidaktahuan yang bersangkutan meninggal. "Hal itu karena masyarakat mengenal pribadi baik Cak Ulum yang baik, raganya sudah meninggal dunia, namun semangat dan kebaikannya masih hidup diantara kader PKB Jember," ungkap Ketua PAC GP Ansor Ledokombo ini.

Menruut Pejabat Pelaksana Harian ketua DPC PKB Jember, HM Syaiful Bahri Ansori bahwa, nama mantan anggota DPRD Jatim periode 2014 - 2019 itu ditetapkan Sebagai DCT. " Sehingga nama Almarhum tidak bisa digantikan dengan Calon lainnya." Tuturnya.

Meski demikian HM Syaiful belum bisa menyampaikan kepastian hasil perolehan suara cak Ulum, karena rekapitulasi hasil surat suara di ditingkat kecamatan masih berlangsung. " Baru ada 17 kecamatan dari 31 kecamatan yang menyelesaikan rekapitulasi hasil surat suara," pungksasnya. (yond).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: