"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Monday, 8 July 2019

Inovasi Pelayanan Publik Harus Terus Dievaluasi

Jakarta, MAJALAH-GEMPUR.Com. Agar inovasi layanan public tidak jalan ditempat dan dapat terus berkesinambungan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau inovator diharap terus melakukan evaluasi.

Tak hanya OPD, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) diharapkan melakukan evaluasi dan pemantauan langsung terhadap dampak inovasi yang masuk dalam Top 99 atau bahkan yang masuk pada Top 45.

“Saya kira, yang harus berubah itu mestinya ada evaluasi keberlanjutannya seperti apa. Kita tidak tahu keberlanjutan dari inovasi yang mereka lakukan apakah masih berjalan dengan baik,”  jelas Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, usai tahapan wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) hari kelima di Jakarta, Senin (08/7/2019).

Evaluasi tersebut diharapkan dapat memantau inovasi yang sudah diterapkan berjalan sesuai dengan yang dipresentasikan. Kementerian PANRB perlu meninjau langsung inovasi dari berbagai instansi pemerintah itu mengalami pengunduran atau bahkan lebih maju dari yang telah dipresentasikan.

Tulus mengakui, inovasi pelayanan publik yang telah dipresentasikan selama lima hari terakhir sebagian besar sudah menjawab kebutuhan-kebutuhan masyarakat. “Saya melihat sudah mencerminkan apa yang terjadi di masyarakat baik dibidang kesehatan, pangan, ataupun bahkan hal-hal lain yang lebih detil, misalnya menyangkut keamanan ikan yang dikonsumsi dan pelayanan-pelayanan publik lainnya,” ujar Tulus yang juga anggota Tim Panel Independen KIPP 2019.

Pada hari kelima KIPP 2019, satu pemerintah provinsi dan tujuh pemerintah kabupaten/kota mempresentasikan hasil inovasinya. Inovasi-inovasi tersebut mencerminkan pelayanan publik yang sifatnya lebih kepada pelayanan konsumen seperti Kader Gegana Pedes (Gerakan Warga Binaan Peduli Kesehatan),

 Pelayanan Kunjungan Rumah Cageur Jasa, Sapa Sehat, Aplikasi Perizinan Terintegrasi 123, Rasa Sejiwa, Sistem Informasi Peta Peruntukan Lahan Perkebunan (Si Perut Laper), Pendayagunaan Taman Pacantells, Gastrodiplomacy Cireundeu, Sistem Kendali Mutu dan Kendali Biaya (Si Dalimu Daliya) dan Portal Analisis Data Berbasis Peta (Panada).

Jika beberapa hari kemarin inovasi masih berfokus kepada penggunaan teknologi, hari ini banyak inovasi yang fokus kepada kepuasan masyarakat sebagai konsumen. “Hari kelima saya cermati banyak sekali inovasi-inovasi yang khusus menyentuh soal konsumen itu saya kira juga suatu terobosan dari pemerintah daerah maupun kementerian dan lembaga,” imbuhnya.

Kali keenam KIPP ini dilaksanakan, Tulus menilai masih ada instansi pemerintah yang mengajukan inovasi yang sama seperti tahun sebelumnya. Diharapkan, inovasi yang tampil berikutnya ada perubahan signifikan dari berbagai sisi. “Saya harapkan mestinya ada perubahan atau inovasi yang signifikan dari para peserta,” pungkasnya. (fik/don/hmas PANRB).

Berita Terkait Pemerintahan

No comments: