"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Wednesday, 3 July 2019

PCNU Kencong Berkomitmen Cegah Generasi Milenial Terpapar Paham Radikal

Foto bertsama Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahkyar bersama Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar
Usai memberikan ucapan selamat kepada jajaran PCNU Kencong usai prosesi pelantikan di aula PCNU Kencong.
(Kredit Foto: SMK Darul Muqomah Gumukmas)
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kencong Jawa Timur periode 2019-2024 berkomitmen akan mencegah Cegah Generasi Milineal Terpapar dari Paham Radikal.

Dengan cara membuat konten-konten dakwah kreatif. “Targetnya membentengi generasi,  sejumlah program lain yang menjadi prioritas yaitu pemberdayaan petani, Pelatihan Kader Penggerak NU (PKPNU)”, kata ketua Tanfidiyah NU Kencong Zainil Ghulam sesuai menjalani pelantikan,  Rabu (3/7/2019).

Menurutnya, merebaknya paham Islam radikal melalui unit kegiatan siswa kerohanian di sekolah-sekolah, katanya harus segera direspons oleh NU. Sebab, jika terus dibiarkan, dirinya khawatir cara berpikir generasi muda Islam tak lagi moderat, dan mudah mengafirkan kelompok lain yang berbeda pandangan.

Organisasi warga nahdliyin yang dinakhodai duet ulama muda, Rais Syuriah Kiai Achmad Laiq Athoillah dan Ketua Tanfidziyah Kiai Zainil Ghulam, bakal menyusun program kerja selama lima tahun mendatang. “Harus ada strategi dakwah yang lebih kekinian, sehingga bisa diterima oleh mereka”, jelasnya.

Makanya, pihaknya bakal menggerakkan seluruh lembaga dan badan otonom (Banom) NU dari 21 elemen yang berhubungan dengan dakwah, pendidikan, dan generasi muda. Seperti Lembaga Dakwah NU, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, Lembaga Ta’lif wan Nasr NU, Lembaga Takmir Masjid NU, Ikatan Pelajar NU (IPNU), maupun Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU).

“Segala potensi yang ada di lembaga dan banom ini akan dimaksimalkan guna menangkal masuknya paham radikal pada generasi milenial,” jelasnya.

Di sisi lain, program kerja yang diusung oleh PCNU Kencong juga akan concern terhadap pemberdayaan petani. Sebab, jamaah organisasi Islam terbesar di Indonesia ini mayoritas adalah petani. Apalagi, kondisi pertanian di wilayah PCNU Kencong sangat potensial. Tinggal membuat sentuhan program agar produksi para petani memiliki nilai tambah.

Menurut Gus Ghulam, semua program kerja yang disusun dan dibahas di forum tersebut merupakan amanah Konferensi Cabang NU Kencong yang digelar akhir Desember tahun lalu. Rekomendasi itu kemudian disinkronkan dengan rumusan program yang dibahas di masing-masing lembaga.

Dia pun berharap, semua program berjalan dengan baik. Dengan demikian, kiprah NU tak hanya dikenal sebagai organisasi dakwah dan pendidikan Islam moderat seperti selama ini. Namun juga menaruh perhatian terhadap pemberdayaan umat. “Hasil raker ini akan diplenokan untuk disepakati bersama. Selanjutnya menjadi landasan dalam melakukan kegiatan,” jelasnya.

Saat menyampaikan sambutan, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, yang saat itu hadir bersama dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahkyar, menekankan pentingnya pengembangan kualitas lembaga pendidikan yang berafiliasi dengan NU. Bahkan, kata dia, harus ada target bagi pengurus baru untuk membuat lembaga pendidikan bermutu di tiap kecamatan. Semisal satu kecamatan satu sekolah unggulan. Mulai tingkat SD hingga SMA atau SMK.

Tak hanya itu, Pimpinan Pondok Pesantren Sabiilul Rosyad, Gasek, Malang, tersebut juga meminta PCNU Kencong memasifkan indoktrinasi paham NU pada pengurus, kader, dan guru-guru yang mengajar di lembaga pendidikan Ma’arif. Salah satunya mewajibkan mereka mengikuti PKPNU. (eros).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: