"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Tuesday, 23 July 2019

Menelusuri Jejak Situs Dawuhan Boto yang Hilang di Desa Kraton, Jember

Pemerhati Sejarah Jember Setyo Hadi, (kredit foto: Fahmi/MG)
Jember, MAJALAH GEMPUR.Com. Situs Purbakala yang hilang di Dusun Krajan, Desa Kraton, Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, merupakan peninggalan zaman Majapahit, ketika Raja Hayam Wuruk singgah dalam perjalanan menuju Krajaan Takhlukan Gajah Mada, Krajaan Sadeng. Sadeng ditaklukkan Gajah Mada pada tahun 1331 Masehi (dikisahkan dalam Kitab Pararaton) dan dikunjungi oleh Hayam Wuruk pada tahun 1359 Masehi (dikisahkan dalam Negarakretagama).

Demikian disampaikan Pemerhati Sejarah Setiyo Hadi saat kami wawancara di kediamannya, Dusun Krajan, Desa Kencong, Selasa 23 Juli 2019. kata Hadi, letak Dawuhan Boto berada di Lapangan Dusun Krajan Desa Kraton, Kecamatan Kencong.

Dawuhan Boto, sambung Hadi, dari cerita yang pernah ia dengar dari orang tua di sekitar lokasi Dawuhan Boto menyatakan di tempat itu ditemukan deretan batu bata besar. Saat ini, berada di atas bangunan mushola.

"Dawuhan boto berasal dari kata Dawuh yang berarti perintah atau nasehat-nasehat yang disampaikan pemimpin atau orang yang dituakan," ujar Hadi menjelaskan kata Dawuh.

Hadi menjelaskan, pada masa lalu dari penuturan orang tua digunakan sebagai tempat nyadran (tirakat) serta setiap bulan suro diadakan slametan desa (bersih desa) di Dawuhan Boto.

Sementara kata Boto sendiri, kata Hadi, untuk menyebut bata besar yang tersusun di sana pada waktu itu. Keberadaan Dawuhan Boto, bila dikaitkan dengan asal-usul desa Kraton.

Kata Kraton berarti bangunan rumah yang digunakan sebagai tempat tinggal raja atau ratu dan keluarga serta sebagai pusat pemerintahan dari raja, demikian keterangan Hadi.

"Dari asal usul kata ini ada korelasi atau hubungan timbal balik antara penyebutan Dawuhan Boto dengan penyebutan Kraton. Bisa jadi, Dawuhan Boto (Bangunan batu bata tempat orang memberi petuah / perintah / nasehat) identik dengan kata Kraton (tempat para ratu / raja memerintah)," ungkap Hadi. (RF).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: