"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Thursday, 18 July 2019

Puluhan Warga Merasa Tertipu, Sudah Bayar Listrik Tidak Kunjung Terealisasi 

Abdul Rahmat mantan RT (aekarang jadi Kades Penjuru), kredit foto: Syahwani/MG
Riau,MAJALAH-GEMPUR.Com. Zubaidah, Syahrullazi, Riki, Abdul Rahman dan beberapa warga lainnya tampak resah, sebab sudah lama dijanjikan listrik bakal masuk. Namun nyatanya, sampai sekarang belum ada realisasi.


"Kami merasa tertipu, karena telah dijanjikan oleh 3 orang itu, bahwa ada katanya PLTD PT. Sumber Energi Perkasa Batam, akan memasukkan listrik ke desa Penjuru, sehingga kami merasa didustai," ujar Zubaidah, saat kami temui bersama warga lainnya, Rabu 17 Juli 2019.

Mereka mengaku telah membayar masing-masing Rp. 500.000 perorang. Namun, sampai detik ini belum terealisasi meski ada bukti pembayaran dengan kwitansi. Bukan hanya masyarakat biasa, 

Mantan Kepala Desa Penjuru, Hurianto juga merasa tertipu. Dulu, saat dirinya menjabat, tiga orang yang menjanjikan listrik diantaranya adalah bawahannya, Suhardi Ketua RT 03 Penjuru, Abdul Rahmat ketua RT Parit Himah, sekarang sudah jadi Kepala Desa Penjuru.

Keduanya, kata Hurianto, dulu tidak pernah melapor bila mengurusi aliran listrik. Bahkan, Hurianto sempat menelusuri dan hasilnya, ratusan juta uang masyarakat masuk ketiga orang tersebut. Selain keduanya, juga ada tokoh masyarakat, namanya Tabrani.

"Sangat aneh, sebab saya bertanya-tanya, tidak ada yang namanya Pembangkit Listrik Tenaga Diesel itu dari PT Sumber Energi Perkasa Batam, secara administrasi saja tidak jelas, laporan ke desa Penjuru, dan siapa pimpinan PT tersebut," ungkap Hurianto.

Korban lainnya adalah seorang tenaga medis Desa Penjuru, Riki pada kami mempertanyakan realisasi aliran listriknya yang sudah sejak tahun 2014 dijanjikan, "Mana listriknya, kwitansi telah diserahkan itu tidak ada bukti sama sekali, ini sudah jelas merugikan masyarakat," tanya Riki dengan kecewa.

Ketiga pelaku, Suhardi, Tabrani dan Abdul Rahmat saat kami temui hanya meminta masyarakat agar bersabar. Mereka berharap kwitansi yang telah dibuatnya bisa terkabul.

Tabrani, terlihat emosi, ia menantang kami untuk memberitakan, "Silahkan naikkan saja kalau sanggub, walaupun saya terlibat dalam persoalan ini," ujar Tabrani dengan nada tinggi.

Abdul Rahmat yang saat ini telah menjabat Kepala Desa Penjuru tidak mengelak bila dirinya melakukan transaksi dengan masyarakat. "Memang benar saat saya menjabat ketua RT, telah melakukan transaksi kepada masyarakat, tapi bersabarlah dahulu, karena saat ini saya masih sibuk, saya adalah kepala desa di Penjuru ini," Elaknya. (Syahwani).

Berita Terkait Peristiwa

No comments: