"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Friday, 11 October 2019

Dandim dan FWLM Jember Ajak Media Tebar Optimisme

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Keberadaan Insan Pers haruslah  dapat mengedukasi masyarakat, dengan menampilkan pemberitaan menyejukkan melalui narasi bahasa yang bisa membangun optimisme.

Pasalnya pers memiliki peranan sentral guna menjaga NKRI. Demikian disampaikan Dandim 0824/Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin saat diskusi "Jogo Apike Jember", yang digelar FWLM Jember di Cafe Tipis-tipis Jl Danau Toba No. 8 B Sumbersari, Jumat (11/10/2019) malam.

Menurut Laode, sebagai arus utama, keberadaan pers berimplikasi di masyarakat. "Mari bangun bangsa dan negara ini dengan menyuguhkan informasi positif. Tidak ikut serta memperkeruh dalam situasi dan kondisi sosial politik saat ini yang masih hangat”, jelasnya.

Apalagi jelang momen-momen pelantikan Presiden dan Pilkada Jember. Perbedaan politik katanya. itu hal lumrah, karenanya, tidak ada alasan untuk tidak menjalin hubungan baik dalam satu bingkai kebhinekaan. Kalaupun ada konflik, bisa diselesaikan secara baik.  Sehingga, diperlukan membangun hubungan kemitraan yang baik dan harus terus berjalan.

"Kalau memang kita merasa cinta terhadap tanah air ini tentunya dengan berdialog, tentunya dengan cara-cara yang damai. Jangan ada rasa saling menjatuhkan, kita harus saling menghormati dan menghargai perbedaan masing-masing. Berikanlah tempat pada koridor hukum, sambil kita mempererat tali silaturahmi. Itu salah satu tindakan yang logis," tandasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) Jember, Ihya Ulumuddin. Menurut Udik, biasa pria ini disapa, sebagai pilar ke empat, peran pers sangat fital, sehingga disamping berfungsi sosial kontrol juga harus mendidik dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Itulah sebabnya pers menjadi salah satu tolok ukur kualitas demokrasi di sebuah negara. Jangan terbalik malah akan mengancam demokrasi, untuk itu jangan sekali-kali menyuguhkan informasi bohong atau hoax menimbulkan dampak keresahan di masyarakat. Ini yang salah," tegasnya.

Namun demikian pers harus tetap menjadi penyeimbang. Menjalankan tugas sesuai prinsip-prinsip jurnalisme. “Memang, kita tidak bisa kita itu mencapai suatu kebenaran yang mutlak. Namun paling tidak, produk yang kita publikasikan bisa berdampak positif." harapnya. (eros).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: