"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Friday, 24 April 2020

Penghuni Tempat Isolasi di JSG Terus Bertambah


Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com -
Penghuni Gedung Isolasi Covid-19 di Jember Sport Garden (JSG) Kecamatan Ajung Jember, memasuki hari pertama Bulan Ramadhan 1441 H, terus bertambah hingga tembus angka 161 meski sudah 5 orang dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang.


Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan JSG untuk menjadi tempat isolasi bagi warga yang masuk katagori Orang Dalam Pemantauan (ODP) bagi Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Risiko (ODR) COVID-19 di Kabupaten Jember.

ODP yang cukup sehat tidak dirawat di rumah sakit akan dikumpulkan di JSG begitupun OTG dan ODR sampai benar-benar dinyatakan negatif. Sehingga aman berkumpul kembali bersama keluarga.

"Untuk Jember, jumlah penduduknya cukup besar dan rumah sakitnya dijadikan rujukan kabupaten/kota lain, sehingga kami menyiapkan gedung JSG untuk karantina bagi orang-orang yang perlu dikarantina untuk memutus mata rantai penularan lebih cepat dan serius," kata Bupati Jember Faida usai memantau persiapan Gedung JSG Jember.

"Karena dengan masyarakat beraneka budaya di Jember, kami perlu lebih tegas lagi untuk Isolasi untuk memutus mata rantai virus corona, supaya Jember segera aman dari COVID-19," lanjut bupati perempuan pertama di Jember itu.

Ia menjelaskan kriteria orang masuk karantina/ Isolasi jika memenuhi salah satu dari tiga gejala seperti panas atau demam, batuk, pilek dan pernah kontak dengan orang yang positif COVID-19 Atau pernah singgah di kota-kota zona merah seperti Surabaya, Malang, Bali, masuk sebagai ODP.

Sedangkan kalau kondisinya sehat, tapi pernah ke kota-kota zona merah, maka yang bersangkutan menjadi ODR. Kemudian kalau pasien mengalami batuk, panas, pilek, sesak, ada tiga gejala, walau belum tentu COVID-19, maka dibuat statusnya PDP dan harus dirawat di rumah sakit.

"Semua yang masuk ODR, masuk ODP, yang tidak perlu dirawat di rumah sakit akan kami kumpulkan untuk dikarantina di JSG dan keluarga tidak perlu ikut di sini karena ini kan karantina," katanya.

Sementara Gatot Triyono Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), menerangkan bahwa dihari pertama bulan Ramadhan 1441 H ini gedung Isolasi / Karantina ini terus bertambah menjadi 161 Orang.

"Jumlah yang menjalani Karantina di JSG Ajung terus bertambah jumlah sekarang sebanyak 161 dari laki-laki 119, perempuan 42, sedangkan yang dinyatakan sehat selesai menjalani selama 14 hari 5 orang," jelas Kadisinfokom Jum'at 24 April 2020.

Masih kata Gatot Triyono, 5 Orang tersebut telah selesai menjalani 14 hari dijemput oleh petugas PKM asal, untuk mempercepat penanganan sebarkan virus korona ini, masyarakat untuk mematuhi dan disiplin Ketentuan pemerintah.

"Untuk itu, apapun yang dilakukan oleh pemerintah dan semua stakeholder tanpa diikuti kesadaran dan disiplin dari masyarakat, maka sulit rasanya kita akan memotong penyebaran Covid 19,"pungkasnya (edy)

Berita Terkait Kesehatan

No comments: