"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Saturday, 11 April 2020

Satu Dinyatakan Sembuh, Jember Tambah Satu Positif Corona


Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Setelah sebelumnya satu dari dua Pasien Positif yang terpapar Virus Corona (Covid-19), asal Kecamatan Kaliwates Jember  dinyatakan sembuh, hari ini seorang pasien dinyatakan positif.

Berdasarkan update data Gugus Tugas pananganan Covid-19 per tangga 11 April 2020  pukul 13.00 wib, seorang yang dunyatakan positif berasal Kecamatan Ajung. dengan demikian total yang positif ada 3 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 19, Orang Dadalam Pengawasan (ODP) ada 824, dan Orang Dalam Resiko 9.369 orang.

“Hari ini, pasien positif corona bertambah satu, dari Kecamatan Ajung, sedangkan seorang pesien sudah dinyatakan sembuh dan sudah pulang pada, Rabu 8 April 2020 lalu”, kata Kadis Kominfo Gatot Triono kepada media di pesan WhatsApp.

Masyarakat diharap tetap tenang dan tidak panik terkait mewabahnya coronavirus disease 2019 (Covid-19). Namun harus tetap waspada dengan mengikuti anjuran pemerintah, dengan menjaga jarak atau kontak fisik untuk mengurangi segala risiko penularan. 

“Masyarakat juga jangan mengucilkan warga penderita Covid-19 baik ODP (Orang Dalam Pemantauan), ODR (Orang Dalam Risiko) dan OTG (Orang Tanpa Gejala) dalam pergaulan sosial yang justru akan membuat mereka merasa tidak nyaman,” katanya.

Bahkan dalam kesempatan itu, Gatot sangat  berharap, alangkah baiknya semua elemen masyarakat  dapatnya saling bahu - membahu dan saling membantu sesamaguna untuk meringankan beban saudara-saudara kita.

Bupati Jember dr Faida menyampaikan, Pemkab terus melakukan berbagai upaya, guna mencegah penyebaran virus corona tidak meluas, diantaranya melakukan pemeriksaan kesehatan di 8 pos pintu gerbang masuk Jember. Termasuk bandara, stasiun kereta dan terminal.

“Warga asal zona merah dan pernah kontak dengan pasien positif, dilakukan isolasi, bahkan masa isolasi mandiri bagi peserta pelatihan petugas haji di Surabaya juga di perpanjang, Semula 1 x 14 hari, sejak 19 Maret 2020, menjadi 2 x 14 hari sampai 15 April 2020”, jelasnya. (rf/wht/kur).

Berita Terkait Kesehatan

No comments: