"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Thursday, 23 July 2020

Konflik Pengusaha Tambak Udang VS Petani di Jember Akhirnya Clear

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Konflik petani, penambak tradisional dengan Perusahaan Budi Daya Udang PT Delta Guna Sukses (DGS) di Desa Mayangan, Gumukmas, Jember, akhirnya Clear.

Selesainya persoalan alih fungsi kelep yang sudah menahun ini, saat mediasi lanjutan yang difasilitasi Muspika. yang menghadirkan PU dan Sumber Daya Alam Provinsi Jatim, Dinas PU  Bina Marga dan Sumber Daya Alam Jember dan tokoh masyarakat di Aula Kecamatan Gumukmas

Ada tiga  poin kesepakatan yang ditandatangani. Yaitu Kelep yang berjumlah 8 akan difungsikan lagi, mensurvey lapangan untuk menentukan panjang sungai yang akan dinormalisasi dan PT DGS siap membantu pembiayaan normalisasi dan pengadaan pompa air jika diperlukan.

Juru bicara PT DGS Helmi, mengaku puas dengan hasil mediasi. Demi kemanfaatan bersama, pihaknya mengaku siap membantu keinginan petani palawija dan petambak tradisional, sesuai yang ada dalam kesepakatan.

“Yang paling minim resikonya dan yang paling cepat bisa dilaksanakan ada 2, yakni memfungsikan kembali kelep utama dari fungsi awalnya, disertai dengan normalisasi sungai yang sudah banyak endapan lumpurnya.  "Teknisnya nanti kita didampingi pengairan pemprov," katanya.

Selain itu, terang Helmi, pihaknya juga siap untuk membantu pengadaan sumur bor bagi petani tambak. Pasalnya, untuk budi daya udang paname tidak harus dengan air asin, air tawar dengan komposisi tertentu pun bisa untuk kebutuhan air dalam budi daya udang.

Dia melanjutkan, jika selama ini selalu saja ada timbul permasalahan dan gesekan, menurutnya hanya kurang komunikasi saja, selebihnya tidak ada. "Kita juga sudah siap mendampingi petani tambak bisa lebih sukses kedepannya," katanya.

Untuk menjaga sinergitas, PT DGS, Petani dan Petambak akan membentuk forum. "Kita akan lebih sering berkomunikasi dan berkumpul untuk membahas berbagai hal dan normalisasi dan kembali nya fungsi kelep akan menjadi prioritas utama dari perusahaan untuk saat ini, " tuturnya.

Perwakilan petani H Said,  mengaku sudah menerima, meski dengan catatan tertentu dan pihak PT DGS juga sudah terbuka. Baginya hal ini merupakan suatu pencapaian yang bagus. "Karena selama ini kita tidak pernah memiliki akses ke perusahaan, " tutunya.

Terkait normalisasi, Said optimis bisa memenuhi kebutuhan air petambak tradisional. "Jika  tidak cukup, maka pihak perusahaan bersedia membantu suplai air,  kami berharap, Dinas terkait untuk mengawal kesepakatan ini, agar yang jadi keinginan bersama akan terwujud," harapnya.

Camat Gumukmas Imam Sudarmaji mengaku lega dengan hasil mediasi kali ini, sebab masing-masing pihak telah menemukan solusi dan kata mufakat. "Semoga ini sudah menyelesaikan kebutuhan antara air tawar bagi petani dan air asin untuk petambak," kata Imam. (rir/eros).

Berita Terkait Pertanian

No comments: