"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Wednesday, 30 September 2020

Plt Bupati Optimis Konflik Agraria di Jember Bisa Diselesaikan

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Serikat Tani Independen (Sekti) Jember berharap agar tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di Kabupaten Jember secepatnya dapat dibentuk.

Harapan terbentuknya GTRA ini akan segera terwujud, hanya tinggal menyelesaikan beberapa tahap lagi dan pihaknya bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jember akan berupaya, sebelum masa tugas sebagai Plt Bupati habis semuanya akan tuntas.

"Pemkab Jember sangat terbantu dengan kegiatan Sekti sejak 20 tahun lebih mendampingi petani khusunya masalah Agraria." Kata Plt Bupati Jember Drs KH A Abdul Muqit Arief usai acara Audensi Sekti di ruang lobby Bupati yang dihadiri Kepala BPN Jember, Sugeng. Rabu (30/9/2020)

Muqit Arief juga mengakui, bahwa permasalahan pertanahan di kabupaten Jember sangat Komplek sekali, namun pihaknya optimis bahwa permasalahan tanah yang digarap dan dikelola petani bisa terselesaikan."Jadi orang jangan suka putus asa, harus Optimis." ujarnya

Sementara Ketua Sekti Jember Juma'i mengatakan bahwa GTRA adalah menata ulang ketimpangan, kepemilikan, penguasaan dan pemanfaatan hak-hak atas tanah untuk sebesar-besarnya kemakmuran seluruh rakyat Indonesia."Itu roh dari GTRA yang paling penting," ucap Jumai.

Disampaikan, Sekti Jember mengetahui adanya anggaran dana dalam pembentukan GTRA, nilainya mencapai ratusan juta rupiah, oleh karena itu bila tidak terbentuk, maka anggaran tersebut akan kembali ke negara dalam bentuk Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA).

"Awalnya lima ratus delapan puluh tujuh juta karena kena pangkas covid tinggal tiga ratus jutaan, untuk itu  kami berharap banyak agar GTRA segera dieksekusi oleh Plt Bupati Jember dan Sekti salah satunya harus masuk disitu," Imbuhnya (yond).

Berita Terkait Agraria ,Pemerintahan

No comments: