"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Tuesday, 29 September 2020

Warga Jember Digemparkan Penemuan Mayat Penuh luka Mengapung di Sungai

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Warga Dusun Karanganyar Desa Karangrejo Kecamatan Gumuhmas, Jember, digemparkan dengan penemuan mayat penuh luka disungai.

Ketika ditemukan warga yang sedang membuang sampah, Selasa (29/9/2020) sekitar pukul 08.00 WIB, sekujur tubuhnya penuh luka dan tanpa daun telinga sebelah kanan itu diketahui mengapung di sungai Bondoyudo, tepatnya 300 meter ke selatan Jembatan Panto, tidak jauh dari rumhanya.

Korban diketahui bernama Kastori (50 tahun), warga Dusun Karanganyar RT.01, RW.01, bekerja pelayan toko bangunan ini, saat ditemukan posisi mayatnya memakai celana warna hitam dan kaos warna biru itu tertelungkup, tangan menyilang seperti mendekap sesuatu di dada.

Hal itu dibenarkan Alfan Ali Fanani, salah satu warga  yang ikut mengevakuasi jasad korban bersama petugas kepolisian. Fanani mengaku melihat telinga bagian kanan pada jasad Kastori hilang dan juga terdapat luka-luka di tangan, kaki, wajah serta kepala yang mengeluarkan darah.

Menurut keterangan anak korban bernama Moh Zaky, bahwa Ayahnya tidak mempunyai riwayat penyakit. Selama ini keseharian ayahnya bekerja di salah satu toko bangunan di Gumukmas. Katanya, sebelum berangkat  bekerja juga tidak mengeluh sakit.

“Kemarin siang, sebelum ditemukan meninggal, pemilik toko bangunan tempat ayahnya bekerja mengatakan, jika sang ayah mengaku mengeluh sakit perut. Kemudian disuruh pulang sambil diberi uang untuk beli obat, namun ternyata sang ayah tidak ada pulang ke rumah”, kisahnya.

Biasanya saat istirahat siang, ayahnya selalu pulang untuk makan, namun tidak pulang. Karena curiga hingga malam tidak pulang, keluarga memutuskan mencari ayahnya, namun nihil. "Hingga kemudian pada pagi hari ini saya mendengar kabar jika ayah meninggal dunia di sungai," ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Gumukmas Aiptu Amin Sahril menyampaikan, usai dapat laporan, pihaknya langsung ke lokasi dan mengevakuasi korban serta melakukan Visum luar, karena adanya indikasi luka-luka pada tubuh korban.

"Kita tidak tahu lukanya disebabkan oleh arus air atau sebelumnya sudah terjadi luka.Makanya rencana jenazah ini akan kita bawa ke RSD dr. Soebandi Jember untuk kita lakukan autopsi, " kata mantan penyidik di Polda Metro Jakarta.

Terdapat luka di pergelangan tangan, kaki kanan dan kiri, di wajah, kepala berdarah serta telinga sebelah kanan hilang. "Sebelum jenazah dibawa Rumah Sakit, guna kepentingan autopsi, pihak keluarga sempat menolak, mereka ingin jenazah langsung dikubur saja, " katanya.

Jika tidak dilakukan autopsi, Amin khawatir nanti ada unsur kejadian tindak pidana. "Tadi dari keluarga sempat menolak, tapi kita sudah memberikan penjelasan pada mereka dan akhirnya pihak keluarga mau menuruti keinginan kami, " ujarnya.

Hingga hari ini, polisi masih belum mengetahui secara pasti fakta dibalik penemuan mayat yang diketahui terdapat banyak luka di badan. Karena menunggu hasil autopsi keluar serta pemeriksaan saksi-saksi maupun bukti yang ada telah rampung. (wht).

Berita Terkait Peristiwa

No comments: