"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Monday, 12 October 2020

Ribuan Massa Aksi Tolak UU Cipta Kerja Jual Gedung DPRD Banyuwangi

Banyuwangi, MAJALAH-GEMPUR.Com. sekita 2.500 massa Kepung kantor DPRD Banyuwangi. Mereka dengan lantang menyampaikan penolakan diberlakukannya UU Omnibuslaw Cipta Kerja.

Para pendemo dari elemen masyarakat, mahasiswa, petani, buruh, BEM, Unair, HMI, PMII, GMNI, RUPA, Aliansi Pelajar STM se Banyuwangi bahkan ada pelajar SMP serta beberapa komunitas lainnya ini sempat mebakar ban bekas dan menjual gedung Dewan.

Ditengah aksi demo berlangsung, tampak pihak aparat sempat mengamankan pemuda belia yang kedapatan membawa batu dan botol aqua berisi bensin. Remaja tersebut segera diamankan untuk menjaga situasi aksi tetap kondusif.

Sebelum menggeruduk kantor DPRD Banyuwangi, massa aksi berkumpul di sekitar Kampus Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi dan mulai bergerak sekitar pukul 10.25 WIB. Mereka berjalan kaki menuju rumah wakil rakyat.

Aksi demo ini  berjalan damai kendati sempat terjadi insiden lempar gelas dan botol air mineral serta pembakaran ban bekas. "Kami menilai UU Cipta Kerja ini cacat konstitusi. Mulai dari proses hingga pengesahannya,” tegas koordinator lapangan (korlap) Rifqi Nuril Huda, dari GMNI Banyuwangi.

Di kantor DPRD, wakil rakyat menemui para pendemo untuk mendengarkan aspirasi yang mereka sampaikan. Diantaranya tampak Ketua DPRD I Made Cahyana Negara,  Wakil Ketua DPRD Michael Edy Hariyanto dan beberapa angota DPRD lainnya.

Para wakil rakyat bersedia menandatangani petisi yang diajukan pendemo dan meneruskan aspirasi ke DPR RI, Tak lama, mereka membubarkan diri dengan tertib. "Aspirasi massa aksi kita terima dan kita teruskan ke DPR RI," lontar ketua DPRD Banyuwangi Made Cahyana Negara. (kim)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: