"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Thursday, 5 November 2020

Dua Kafilah Asal Jember Mewakili Jatim Ikuti MTQ Nasional di Sumatra

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dua kafilah asal Jember mewakili Jawa timur, mengikuti MTQ Nasional ke 38 di Propensi Padang Sumatera barat tanggal 11 - 21 November mendatang.

“Mereka  hasil seleksi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Jatim 2019 yakni M. As'addaroini dan Muhammad Nasihin”. Kata Kabag Bina Mental Kesra Pemkab Jember, Bambang Saputro SH MSI, disela-sela acara Khotmil Qoran di Pendopo Wahya Wibawagra, Kamis (5/11/2020).

Acara  yang bekerjasama dengan Lembaga pengembangan tilawatil Qur'an (LPTQ) Jatim ini di ikuti 25 Hafidz - Hafidzah yang terdiri dari 17 Hafidz dan 8 Hafidzah. Masing-masing Fathur Rahman, Ahmad Rahmatullah, Ahmad Murabbi, Abdul Latif, Muhyi Abdurohim, Akhmad Mardianto.

Saiful Munir, Moh Suadi, Khoirul Anam, Ahmad ervan, Anwar Habibi, Mustamir Ashari, Slamet Ikhsanudin, Moh Fanni Labib, Indasah, Arina Manasikana Ighfirly Mansari, dan Hanik Wahyuni,  Umi Kulsum, Kholifatus sa'diyah, Rahmatullah, Nur khozanah, Insiyah sulimah, Faiqotul himmah.

"Acara khotmil Qur'an pada hari ini bertujuan berdoa kepada Alloh Swt, kita berharap semoga kedua Kafilah putra Jember ini berhasil mengukir prestasi dan kembali ke Jawa Timur dengan membawa predikat juara," harap Bambang,

Dalam kesempatan itu, kata Bambang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember juga memberikan piagam kepada kedua Kafilah. Pemberian  perhargaan ini, lanjutnya, sebagai bentuk apresiasi dan dedikasi prestasi yang telah di raihnya.

Salah-satu peserta, As'addaroini yang mewakili lomba tafsir Bahasa Inggris ini menyampaikan kesiapannya dalam lomba MTQ, menurutnya penguasaan bahasa asing ini sangat penting, sebagai alat atau media untuk melakukan dakwah di seluruh penjuru dunia.

"Lomba ini sangat menantang bagi kami, karena lomba itu menuntut laporan dari Inggris yang melaporkan hafalan Al Qur'an, maka dari itu kemampuan berbahasa asing adalah media yang sangat penting untuk kita berdakwah ke seluruh dunia," tutur M. As'addaroini. (yond).

Berita Terkait Pemerintahan

No comments: