JOMBANG, MAJALAH-GEMPUR.Com – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, tak hanya menjadi momentum besar bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia.
Perhelatan akbar tersebut juga mulai menjelma menjadi magnet ekonomi baru bagi pelaku UMKM.
Menjelang pelaksanaan Muktamar NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026, kawasan Tambakberas terus berbenah.
Panitia lokal (Panlok) tidak hanya mencapai kesiapan arena konferensi dan seremoni, tetapi juga menyiapkan ruang besar bagi masyarakat untuk ikut mengambil peluang ekonomi.
Yang paling mencuri perhatian adalah rencana digelarnya UMKM Expo dan Bazar dengan sekitar 1.300 tenan.
Ribuan lapak tersebut akan menjadi etalase bagi pelaku UMKM, kuliner, jajanan, hingga pedagang pernak-pernik khas Muktamar. Agenda ini dijadwalkan mulai dibuka untuk masyarakat umum pada Kamis (20/8/2026).
Ketua Panlok Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan ribuan tenan tersebut disiapkan untuk menghidupkan kawasan sekitar arena Muktamar sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk ikut merasakan dampak ekonomi dari perhelatan nasional tersebut.
“UMKM Expo dan bazar kami siapkan kurang lebih 1.300 tenan. Lokasinya mulai dari Gang 4, Gang 5, kemudian membentang ke arah timur hingga dekat parkir peserta Muktamar,” ujar Gus Rozaq kepada seperti yang dilansir Tambakberas.id, Rabu (19/8/2026).
Jumlah tersebut tentu bukan angka kecil. Ribuan tenan berpotensi menjadi pusat keramaian baru selama Muktamar berlangsung. Para peserta, tamu, warga, hingga pengunjung dari berbagai daerah akan memiliki ruang untuk berburu kuliner, produk UMKM, maupun berbagai cendera mata khas Tambakberas.
Bagi usaha pelaku lokal, momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka ke pasar yang jauh lebih luas.
Muktamar pun berpotensi tidak sekadar menjadi forum organisasi, tetapi ikut menciptakan perputaran ekonomi dari pesantren untuk masyarakat.
Di sisi lain, persiapan fisik arena Muktamar juga terus dikebut. Panlok menyebut kesiapan fisik lokasi saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.
Sejumlah tenda utama telah berdiri, termasuk tenda roder yang akan digunakan untuk seremoni pembukaan serta tenda-tenda besar untuk pelaksanaan sidang pleno organisasi.
“Secara fisik 80 persen. Tinggal 20 persen finishing untuk penataan interior dalam,” tutur Gus Rozaq.
Panitia kini fokus menyelesaikan berbagai fasilitas pendukung. Salah satunya pemasangan sekitar 200 unit pendingin ruangan (AC) di dalam area tenda utama.
Penataan interior, kelengkapan perabotan, serta berbagai fasilitas lainnya ditargetkan rampung dalam beberapa hari mendatang.
Dengan arena Muktamar yang terus disiapkan dan 1.300 tenan UMKM yang segera menggeliat, Tambakberas diprediksi akan menjadi salah satu titik keramaian terbesar di Jombang menjelang akhir Agustus.
Muktamar ke-35 NU akhirnya bukan hanya tentang sidang dan keputusan organisasi. Di balik hiruk-pikuk perhelatan akbar tersebut, ada ribuan pelaku usaha yang bersiap menyambut peluang—berjualan, memperkenalkan produk, sekaligus ikut menggerakkan perekonomian Jombang. (eros)


