"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Kamis, 13 Juni 2013

Dilarang Meliput, Wartawan Lokal Protes Manajemen Pabrik Rokok PT HM Sampoerna

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. wartawan local protes Peresmian Pabrik  Rokok SKT PT HM Sampoerna di Desa Garahan Silo. Pasalnya mereka dilarang meliput kegiatan peresmian, dengan alasan tidak dapat undangan.

Puluhan kuli tinta dari berbagai media Lokal asal Jember yang datang untuk meliput peresmian yang dibuka Jenderal Manager PT HM Sampurna Kamis (13/6) harus gigit jari karena panitia tidak memperbolehkan masuk oleh satpam karena tidak terdata.

Berdasarkan pantauan MAJALAH-GEMPUR.Com dilapangan tidak satupun terlihat wartawan local asal Jember baik cetak maupun online yang diperbolehkan masuk oleh manajemen perusahaan rokok SKT HM Samporna Sehingga puluhan wartawan sejak pagi sampai acara usai tertahan di pos penjagaan. Wartawan media televise dan radio local juga tidak tampak dalam acara ini.

Bahkan dalam protes tersebut sempat terjadi adu mulut antara puluhan wartawan media local dengan media center manajemen PT HM Sampurna Widi. Sampai akhirnya diperbolehkan untuk mengikuti perslilis usai acara selesai, namun tak diberi kesempatan bertanya dengan alasan waktu.

Menurut perwakilan Sampurna Khalid, bahwa wartawan yang diundang untuk meliput sudah ditentukan oleh pusat dan sudah terdata dalam daftar itu. Mereka adalah media Nasional yang dibawa dari Jakarta dan Surabaya

“Kami hanya mendapat tugas seperti itu mas, wartawan yang meliput sudah terdata itupun dari pusat yag memutuskan, “katanya kepada beberapa wartawan yang melihat data yang disodorkan pihak panitia dan petugas satpam.

Hal ini dibenarkan oleh, Sanjoko. Menurut wartawan Radio RRI Jember ini bahwa dirinya juga  tidak dapat undangan sehingga dirinya bersama teman-teman wartawan lokal yang lain ikut tertahan di luar pabrik.

Heru, wartawan Bharata Post mengungkapkan kekecewaannya atas perlakukan diskriminasi manajemen SKT HM Sampurna terhadap media local, 

“Terus terang kami kecewa mas, masa perusahaan sekelas Sampoerna hanya mengutamakan media nasional dan  tidak memperdulikan media local. (midd/yond/rud)

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

Tidak ada komentar: