"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, November 11, 2013

Dalami Kasus Perkosaan Oleh Oknum Kapolsek, Polres Jember Datangkan Alat Lie Detektor

Kapolres Jember, AKBP Awang Joko Rumitro
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pemeriksaan Dugaan kasus Pemerkosaan yang dilakukan seorang oknum Kapolsek di Jember terus dilakukan, pihak Polres Jember akan mendatangkan Alat Lei Detektor (Alat Mengetes Kebohongan)

Jajaran penyidik Polres Jember bersama Tim Propam Polda Jatim yang melibatkan Komnas Perlindungan perempuan dan Anak, sedang melakukan pemeriksaan tambahan atas dugaan kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh oknum Kapolsek (MT).

Menurut Kapolres Jember, AKBP Awang Joko Rumitro bahwa pemeriksaan yang sudah dilakukan masih belum maksimal,  untuk itu kami masih perlu mengambil keterangan saksi-saksi lain yang di ajukan pihak korban.

Polres Jember menurut Awang  juga berencana mendatangkan Lie Detektor. Alat Tes uji Kebohongan seseorang  yang bekerjasama dengan Laborat Polda Jawa Timur Selasa besok  (12/11), “Tes itu akan di lakukan Kepada Kapolsek, Korban, juga Suami Korban serta beberapa saksi lain seperti Tukang Ojek” Ungkap Awang Senen (11/11) sekitar jam 15.00 WIB kepada beberapa wartawan  .

Demi menjaga Proposionalitas dan untuk menjaga Indepedensi, Polres juga akan melibatkan Tim Independen, “Apapun hasil akhir dari pemeriksaan akan disampaikan kepada Publik secara tranparans (terbuka ) dan tak ada yang akan ditutup-tutupi “ pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya bahwa oknum Kapolsek di Jajaran Polres Jember diduga memperkosa Ibu Rumah Tangga ES (25) tahun 2011, dilaporan ke Propam Polres Jember pada Mei 2012.

Kepada beberapa wartawan, Kamis (7/11), ES Mengaku telah diperkosa oleh oknum Kapolsek yang berinisial MT, Menurutnya kejadian itu berlangsung pada tahun 2011, dan dilaporkan ke Propam Polres Jember pada April 2012 namun kasusnya hingga kini masih belum kelar. (Edw)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: